Hadith for the World
Tap the image to view it full size
Fikih dan Uṣūl Fikih
Available in 18 languages
«Dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu-, ia berkata, Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, “Sesungguhnya pada hari kiamat umatku akan dipanggil dengan wajah bercahaya lagi berseri-seri karena bekas air wudu.” Maka barang siapa di antara kalian mampu memperpanjang cahayanya hendaklah ia lakukan. Dalam lafal riwayat Muslim disebutkan: “Aku melihat Abu Hurairah berwudu, lalu ia membasuh muka dan kedua tangannya hingga hampir sampai kedua bahunya, kemudian ia membasuh kedua kakinya hingga kedua betis. Kemudian ia berkata, Aku pernah mendengar Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, “Sesungguhnya pada hari kiamat umatku akan dipanggil dengan wajah bercahaya dan berseri-seri karena bekas air wudu." Maka barang siapa di antara kalian mampu memperpanjang cahayanya hendaklah ia lakukan.” Dalam lafal lain riwayat Muslim: Aku telah mendengar kekasihku -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, “Perhiasan (cahaya) seorang Mukmin adalah sejauh mana air wudunya sampai."»

Meaning translation ·

Explanation

The meaning in a few plain lines

Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- menyampaikan kabar gembira kepada umatnya bahwa Allah -subḥānahu wa ta'ālā- akan mengistimewakan mereka dengan sebuah tanda keutamaan dan kemuliaan pada hari kiamat nanti di antara umat-umat lainnya, di mana mereka akan dipanggil kemudian datang di barisan terdepan semua manusia dengan wajah, tangan, dan kaki yang bercahaya. Itu merupakan bekas-bekas ibadah yang agung ini yaitu ibadah wudu yang senantiasa mereka lakukan berulang kali atas anggota wudu dengan mengharap keridaan dari Allah dan balasan pahala. Maka balasan untuk mereka adalah keutamaan yang agung dan khusus ini. Kemudian Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- berkata, "Maka barang siapa di antara kalian mampu memperpanjang cahayanya hendaklah ia lakukan"; karena semakin panjang anggota wudu yang dibasuh, maka akan semakin panjang juga cahayanya. Namun yang disyariatkan dalam berwudu adalah membasuh kedua tangan hingga ke dua siku, termasuk bagian siku adalah lengan bagian atas serta membasuh sebagian darinya. Juga membasuh kedua kaki hingga kedua mata kaki yang mencakup mata kaki dan sebagian dari betis, dan tidak perlu membasuh lengan bagian atas dan betis ketika berwudu. Dalam riwayat lain yang dinukilkan dari Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bahwa perhiasan (cahaya) seorang mukmin di surga adalah sejauh mana sampai air wudunya.

Source
Diriwayatkan oleh Muslim dengan dua riwayatnya - Muttafaq 'alaih
Download image

Saved at original quality