Hadith for the World
Tap the image to view it full size
Fikih dan Uṣūl Fikih
Available in 17 languages
«Dari Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- dan Mugīrah Ibn Syu'bah -raḍiyallāhu 'anhu-, bahwa dahulunya Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- shalat malam sampai kedua kakinya bengkak. Aku pun bertanya kepadanya, "Kenapa engkau lakukan sampai seperti ini wahai Rasulullah, padahal telah diampuni dosa-dosamu yang terdahulu dan yang akan datang?" Beliau menjawab, "Tidakkah bolehkah aku senang bila menjadi hamba yang bersyukur!".»

Meaning translation ·

Explanation

The meaning in a few plain lines

Dahulu Nabi -salallahu 'alaihi wasallam- bangun untuk salat tahajud di malam hari, hingga kakinya pecah-pecah. Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- berkata kepada beliau -karena menyangka bahwa beliau melakukannya karena takut dosa, mengharap ampunan Allah dan rahmat-Nya. Padahal pengampunan Allah -Ta'ālā- telah sudah beliau dapatkan, sehingga tidak perlu melakukannya-, "Mengapa engkau lakukan ini wahai Rasulullah, padahal Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang terdahulu dan yang akan datang?" Beliau menjawab, "Tidakkah bolehkah aku senang bila menjadi hamba yang bersyukur?" Jadi ibadah ini motivasinya adalah guna bersyukur atas pengampunan.

Source
Muttafaq 'alaih
Download image

Saved at original quality