Hadith for the World
Tap the image to view it full size
Keutamaan dan Adab
Available in 17 languages
«Dari Ṡaubān maula Rasulillah -raḍiyallahu 'anhu-, dari Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda, "Sesungguhnya seorang muslim apabila menjenguk saudaranya yang muslim, ia terus-menerus berada di (antara) buah-buahan surga sampai ia kembali." Kemudian ditanya, "Wahai Rasulullah, apakah buah-buahan surga?" Beliau menjawab, "Yaitu, buah-buahan yang telah dipetik."»

Meaning translation ·

Explanation

The meaning in a few plain lines

Hadis Ṡaubān bahwa Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Sesungguhnya seorang muslim apabila menjenguk saudaranya yang muslim," yakni, saat sakitnya, "ia terus-menerus berada di (antara) buah-buahan surga." Beliau ditanya, "Apakah buah-buahan surga?" Beliau menjawab, "Yaitu, buah-buahan yang telah dipetik. Yakni, ia memetik buah-buahan surga selama ia terus-menerus duduk di sisi orang sakit tersebut. Pahala yang diperoleh oleh orang yang menjenguk orang sakit diserupakan dengan apa yang dipetik oleh orang yang memetik buah-buahan." Ada yang mengatakan, "Yang dimaksud dengan buah-buahan di sini adalah jalan. Maksudnya bahwa orang yang menjenguk itu berjalan di jalan yang mengarahkannya ke surga." Penafsiran pertama lebih utama. Duduk di sisi orang sakit berbeda-beda sesuai dengan perbedaan situasi dan orangnya. Terkadang duduk di sisi orang sakit itu dibutuhkan, dan terkadang juga tidak dibutuhkan. Jika diketahui bahwa orang yang sakit itu akrab dengan orang tersebut dan ia ingin agar berlama-lama di sisinya, maka lebih utama ia berlama-lama dengannya. Jika diketahui bahwa orang yang sakit ingin agar orang yang menjenguk itu sebentar, maka ia tidak boleh dibiarkan berlama-lama. Dengan demikian, setiap kondisi itu membuthkan sikap tersendiri.

Source
Diriwayatkan oleh Muslim
Download image

Saved at original quality