40 hadiths
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda, "Allah -'Azza wa Jalla- berfirman, 'Semua amal anak Adam ialah miliknya selain puasa. Sesungguhnya puasa itu milik-Ku dan Aku sendirilah yang akan memberikan ganjarannya.' Puasa adalah perisai. Sebab itu, bila salah seorang dari kalian sedang berpuasa, janganlah ia berbicara kotor dan jangan berteriak-teriak (memancing keributan). Jika seseorang mencacinya atau memusuhinya, hendaknya ia mengatakan, 'Aku sedang puasa.' Demi Allah yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya! Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah dibandingkan aroma kasturi. Bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan yang ia rasakan: apabila ia berbuka puasa, ia bahagia dengan berbukanya, dan apabila ia bertemu Tuhannya, ia bahagia dengan puasanya."Muttafaq 'alaih
Dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- secara marfū', "Amalan-amalan dipaparkan (kepada Allah) pada hari Senin dan Kamis, sehingga aku lebih suka bila amalanku diangkat saat aku sedang berpuasa." Dalam riwayat lain, "Pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis, lalu diberikan ampunan untuk setiap hamba yang tidak menyekutukan Allah, kecuali seseorang yang punya permusuhan dengan saudaranya. Lalu dikatakan, "Tangguhkan pengampunan pada dua orang ini sampai keduanya berdamai, tangguhkan pengampunan pada dua orang ini sampai keduanya berdamai!" Dalam riwayat lain, "Amalan-amalan (harian) dihadapkan (pada Allah) di setiap hari Senin dan Kamis, lalu Allah mengampuni setiap orang yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, kecuali seseorang yang punya permusuhan dengan saudaranya. Maka Dia berfirman, "Tinggalkan dua orang ini sampai keduanya berdamai."Diriwayatkan oleh Tirmiżi - Diriwayatkan oleh Muslim