ID
Keutamaan dan Adab
Fikih Akhlak
56 hadiths
Akhlak Terpuji
35
Akhlak Tercela
21
56 hadiths
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Orang kuat itu bukanlah yang menang dalam bergulat. Sesungguhnya orang kuat ialah siapa yang dapat menahan dirinya ketika marah."
Muttafaq 'alaih
Abu Mas'ūd Al-Anṣāriy -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Seorang laki-laki datang menemui Nabi ﷺ seraya berkata, "Sungguh hewan kendaraanku mati, maka berikanlah aku bantuan kendaraan." Beliau bersabda, "Aku tidak punya." Lantas seorang laki-laki berkata, "Wahai Rasulullah! Aku akan membawanya pada orang yang dapat memberinya bantuan kendaraan." Maka Rasulullah ﷺ bersabda, "Siapa yang menunjukkan pada kebaikan, baginya pahala yang semisal dengan pahala orang yang melakukannya."
HR. Muslim
Dari Abdullah bin 'Amr bin al-'Āṣ -raḍiyallāhu 'anhumā- bahwa Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Termasuk dosa besar seseorang mencela kedua orang tuanya." Dikatakan, "Apakah mungkin seseorang mencela kedua orang tuanya?" Nabi bersabda, "Ya. Seseorang mencela bapak orang lain sehingga orang itu pun mencela bapaknya, dan mencela ibunya sehingga orang itu pun mencela ibunya sendiri."
Muttafaq 'alaih
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan dari Rasulullah ﷺ bahwa beliau bersabda, "Siapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam; siapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka hendaklah ia memuliakan tetangganya; dan siapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka hendaklah ia memuliakan tamunya."
Muttafaq 'alaih
Jarīr bin Abdillah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda, "Siapa yang tidak menyayangi manusia, tidak akan disayangi oleh Allah ﷻ."
Muttafaq 'alaih
Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- meriwayatkan dari Nabi ﷺ bahwa beliau bersabda, "Orang yang paling dimurkai Allah adalah orang yang keras lagi suka berdebat."
Muttafaq 'alaih
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ ditanya tentang apa yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam surga. Lantas beliau menjawab, "Bertakwa kepada Allah dan akhlak baik." Beliau juga ditanya tentang apa yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam neraka. Lantas beliau menjawab, "Mulut dan kemaluan."
HR. Tirmizi, Ibnu Majah, dan Ahmad
Dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu-, dari Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Seorang mukmin adalah cermin (untuk) saudaranya mukmin lainnya."
Diriwayatkan oleh Tirmiżi - Diriwayatkan oleh Abu Daud
Abu Ad-Dardā` -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Sungguh, orang-orang yang suka melaknat tidak akan menjadi saksi dan tidak dapat memberi syafaat kelak di hari Kiamat."
HR. Muslim
'Iyāḍ bin Ḥimār, saudara Bani Mujāsyi' -raḍiyallāhu 'anhu-, meriwayatkan: Suatu hari Rasulullah berdiri di tengah kami dalam rangka menyampaikan pidato -di dalamnya disebutkan-, "Sungguh, Allah telah mewahyukan kepadaku, 'Bersikap tawaduklah agar tidak ada yang saling sombong dan tidak ada yang saling menzalimi satu sama lain.'"
HR. Muslim
Abdullah bin Mas'ūd -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda, "Hendaknya kalian jujur karena kejujuran itu menuntun kepada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan itu mengantarkan ke surga. Seseorang akan selalu jujur dan berusaha untuk jujur sehinga dicatat di sisi Allah sebagai orang jujur. Sebaliknya, jauhilah dusta karena dusta itu menjerumuskan kepada kedurhakaan dan sesungguhnya kedurhakaan itu menjerumuskan ke neraka. Seseorang akan selalu berdusta dan berupaya untuk berdusta sampai dicatat di sisi Allah sebagai pendusta."
Muttafaq 'alaih
Abu Ad-Dardā` -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan dari Nabi ﷺ bahwa beliau bersabda, "Siapa yang membela kehormatan saudaranya, Allah akan menjauhkan neraka dari wajahnya pada hari Kiamat."
HR. Tirmizi dan Ahmad
Sa'ad bin Abi Waqqāṣ -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang bertakwa, selalu merasa cukup, dan tidak ingin populer."
HR. Muslim
Jābir bin Abdillah -raḍiyallāhu 'anhumā- meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Jauhilah perbuatan zalim, karena sungguh kezaliman itu adalah kegelapan pada hari kiamat. Jauhilah juga sifat kikir, karena kikir telah membinasakan orang-orang sebelum kalian. Sifat kikir telah menyebabkan mereka menumpahkan darah dan menghalalkan apa yang diharamkan."
HR. Muslim
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda, "Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah yang paling baik akhlaknya, sedangkan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada perempuan yang menjadi tanggungannya."
HR. Abu Daud, Tirmizi, dan Ahmad
Istri Nabi ﷺ, Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā-, meriwayatkan dari Nabi ﷺ bahwa beliau bersabda, "Sungguh, tidaklah kelembutan ada pada sesuatu melainkan akan menjadikannya indah. Sebaliknya, tidaklah kelembutan dicabut dari sesuatu melainkan akan menjadikannya buruk."
HR. Muslim
Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- meriwayatkan, Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Sesungguhnya seorang mukmin dapat meraih derajat orang yang selalu berpuasa dan qiamulail dengan akhlak baiknya."
HR. Abu Daud dan Ahmad
Abdullah bin 'Amr -raḍiyallāhu 'anhumā- meriwayatkan, "Nabi ﷺ bukanlah orang yang keji ucapan dan perbuatannya, dan bukan juga suka berbuat keji. Beliau pernah bersabda, 'Sesungguhnya orang terbaik di antara kalian ialah yang paling baik akhlaknya.'"
Muttafaq 'alaih
Abū Mūsā -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda, "Sungguh Allah menangguhkan orang yang zalim, tetapi apabila Allah telah menghukumnya, Dia tidak akan melepaskannya." Kemudian beliau membaca ayat: "Begitulah azab Tuhanmu apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu sangat pedih lagi keras." [QS. Hūd: 102]
Muttafaq 'alaih
Anas bin Mālik -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan dari Nabi ﷺ bahwa beliau bersabda, "Berilah kemudahan dan jangan mempersulit serta berilah berita gembira dan jangan membuat orang lari (dari agama)."
Muttafaq 'alaih
Dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- secara marfū', "Tatkala seorang laki-laki berjalan dalam balutan sebuah pakaian yang ia merasa kagum pada dirinya, rambut kepalanya tersisir rapi dan berlagak sombong dalam jalannya, tiba-tiba Allah membenamkannya. Maka ia meronta-meronta di dalam tanah hingga hari kiamat."
Muttafaq 'alaih
Abu Musa Al-Asy'ariy -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan dari Nabi ﷺ, beliau bersabda, "Berilah makan orang yang lapar, jenguklah orang yang sakit, dan bebaskanlah orang yang tertawan."
HR. Bukhari
Dari Abdullah bin Mas'ud -raḍiyallāhu 'anhu- dari Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, beliau bersabda, "Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya terdapat sifat sombong walaupun sebesar biji sawi." Seorang lelaki bertanya, "Sesungguhnya ada orang yang senang jika pakaiannya bagus dan sandalnya pun bagus." Beliau bersabda, "Sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan mencintai keindahan. Kesombongan itu ialah menolak kebenaran dan merendahkan sesama manusia."
Diriwayatkan oleh Muslim
Samurah bin Jundab dan al-Mugīrah bin Syu'bah -raḍiyallāhu 'anhumā- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda, "Siapa yang menceritakan dariku sebuah hadis yang dinilai dusta, maka dia adalah satu dari orang-orang yang berdusta."
HR. Muslim dalam Mukadimahnya
Previous page
Page 2 of 3
Next page