17 hadiths
'Ubādah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan dari Nabi ﷺ, bahwa beliau bersabda, "Siapa yang bersaksi bahwa tidak ada sembahan yang benar kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan rasul-Nya, bahwa Isa adalah hamba Allah, utusan-Nya, kalimat-Nya yang disampaikan pada Maryam, dan ruh dari-Nya, juga bersaksi bahwa surga benar adanya serta neraka benar adanya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga seperti apa pun amalnya."Muttafaq 'alaih
Abu Sa‘īd al-Khudriy -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Wahai Abu Sa'īd! Siapa yang rida Allah sebagai Tuhannya, Islam sebagai agamanya, dan Muhammad sebagai rasulnya, maka ditetapkan baginya surga." Abu Sa'īd merasa takjub dengan hal itu, ia berkata, "Ulangi hal itu untukku, wahai Rasulullah!" Beliau pun mengulanginya lalu bersabda, "Ada amalan yang lain, Allah mengangkat hamba dengannya seratus derajat di surga. Jarak antara dua derajat seperti jarak antara langit dan bumi." Abu Sa'īd bertanya, "Apakah itu, wahai Rasulullah?" Beliau bersabda, "Jihad di jalan Allah. Jihad di jalan Allah."HR. Muslim
Dari Anas bin Mālik -raḍiyallāhu 'anhu- secara marfū', “Pada hari kiamat kelak akan dihadirkan orang yang paling merasakan nikmat di dunia dari kalangan penduduk neraka. Kemudian ia dicelupkan sekali ke dalam neraka lantas ditanyakan padanya, ‘Hai anak Adam, apakah kamu pernah melihat kebaikan, apakah kamu pernah merasakan kenikmatan?’
Ia menjawab, ‘Tidak, demi Allah wahai Rabb-ku.’
Dan akan dihadirkan pula orang yang paling sengsara di dunia dari kalangan penduduk surga lalu dicelupkan ke dalam surga dengan sekali celupan. Ditanyakan padanya, ‘Hai anak Adam, pernahkah kamu melihat satu penderitaan? Pernahkah kamu merasakan kesengsaraan?’
Ia menjawab, ‘Tidak, demi Allah, aku tidak pernah merasakan penderitaan sama sekali dan aku tak pernah melihat adanya kesengsaraan sedikitpun.”Diriwayatkan oleh Muslim
Abu Sa'īd al-Khudriy -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda, "Sesungguhnya Allah -Tabāraka wa Ta'ālā- memanggil penghuni surga, 'Wahai penghuni surga!' Mereka menjawab, 'Kami menyambut panggilan-Mu, wahai Tuhan kami, demi keridaan-Mu.' Allah bertanya, 'Apakah kalian rida?' Mereka menjawab, 'Wahai Tuhan kami! Bagaimana mungkin kami tidak rida, padahal Engkau telah memberikan kepada kami apa yang tidak Engkau berikan kepada seorang pun di antara makhluk-Mu!' Allah berfirman, 'Aku akan berikan kepada kalian yang lebih utama dari itu?' Mereka bertanya, 'Wahai Tuhan kami! Apakah ada sesuatu yang lebih utama dari itu?' Allah berfirman, 'Aku turunkan keridaan-Ku pada kalian, maka Aku tidak akan murka kepada kalian setelahnya selama-lamanya.'"Muttafaq 'alaih
Abu Sa'īd Al-Khudriy -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ keluar pada waktu Iduladha atau Idul fitri ke tempat salat lalu mampir ke jemaah wanita. Lantas beliau bersabda, "Wahai para wanita, bersedekahlah. Sungguh, telah diperlihatkan kepadaku bahwa kalian adalah mayoritas penghuni neraka." Mereka bertanya, "Kenapa, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Kalian banyak mengumpat dan mengingkari kebaikan suami. Aku tidak melihat orang yang kurang akal dan agamanya yang lebih mampu menaklukkan akal seorang laki-laki cerdas daripada kalian." Mereka bertanya, "Apa kekurangan agama dan akal kami, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Bukankah kesaksian seorang wanita separuh kesaksian seorang lelaki?" Mereka menjawab, "Ya, betul." Beliau bersabda, "Itulah kekurangan akalnya. Lalu, bukankah ketika seorang wanita haid ia tidak salat dan tidak berpuasa?" Mereka menjawab, "Ya, betul." Beliau bersabda, "Itulah kekurangan agamanya."Muttafaq 'alaih
Dari 'Iyāḍ bin Ḥimār Al-Mujāsyi’ī -raḍiyallāhu ‘anhu-, bahwasanya Rasulullah -șallallāhu ‘alaihi wa sallam- pada suatu hari dalam khutbahnya bersabda, "Ketahuilah, sesungguhnya Rabb-ku telah memerintahkan kepadaku untuk mengajarkan apa saja yang kalian tidak tahu dari apa-apa yang telah Dia ajarkan kepadaku pada hari ini; 'Setiap harta yang Aku berikan kepada hamba-Ku adalah halal. Dan sesungguhnya Aku telah ciptakan hamba-hamba-Ku semuanya dalam keadaan hanif (beragama tauhid), kemudian setan datang kepada mereka lalu mengeluarkan mereka dari agama mereka, mengharamkan apa saja yang Aku halalkan bagi mereka, dan memerintahkan mereka untuk melakukan menyekutukan-Ku padahal Aku tidak pernah menurunkan keterangan tentangnya.' Sesungguhnya Allah melihat kepada penduduk bumi, maka Dia pun murka kepada mereka, kepada bangsa arab maupun bangsa ajamnya (selain arab), kecuali sebagian dari Ahli Kitab. Dia berfirman, "Sesungguhnya Aku mengutusmu untuk mengujimu dan menguji orang lain denganmu, dan Aku menurunkan kepadamu sebuah kitab yang tidak bisa dihapus dengan air, kamu bisa membacanya tatkala tidur dan terjaga.' Sesungguhnya Allah memerintahkanku untuk membakar kaum Quraisy, lalu aku berkata, “Wahai Rabb-ku, jika demikian mereka akan memecahkan kepalaku hingga seperti sepotong roti.” Allah menjawab, “Keluarkan mereka sebagaimana mereka mengeluarkan (mengusir)mu, perangilah mereka, (karena) Kami menjadikanmu untuk berperang, berinfaklah maka Kami akan berinfak untukmu, utuslah pasukan perang, akan Kami utus lima kali pasukan yang engkau utus, dan berperanglah bersama-sama dengan orang yang mentaatimu terhadap orang yang membangkang padamu (bermaksiat kepadamu). Dia berkata, "Penduduk surga ada tiga golongan, yaitu: penguasa yang adil, dermawan dan mendapatkan petunjuk dari Allah; seorang yang penyayang dan lembut hatinya kepada setiap kerabatnya dan setiap Muslim; dan seseorang yang menjaga diri dari kemaksiatan, tidak mengemis meskipun memiliki banyak tanggungan." Dia berkata, "Sedangkan penghuni neraka ada lima golongan: orang lemah yang tiada menggunakan akalnya, mereka hanya menjadi pengikut dan tiada berusaha mencari harta dan mengurus keluarga; pengkhianat yang tamak, biarpun perkara kecil dikhianatinya juga; orang yang di waktu pagi dan petang senantiasa menipumu keluarga dan hartamu; (dan dia menyebutkan) Orang bakhil (pelit) atau pembohong; dan orang yang suka berkata kotor."Diriwayatkan oleh Muslim