Hadith for the World
Al-Qur`ān Al-Karīm dan Ilmunya

Keutamaan-keutamaan Al-Qur`ān

19 hadiths

19 hadiths

Dari Ibnu Mas’ud- raḍiyallāhu 'anhu-, ia berkata, Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, “Tidak boleh hasad ‎‎(iri hati) kecuali pada dua orang: Orang yang Allah anugerahkan ‎baginya harta, lalu ia infakkan di jalan kebenaran, dan ‎orang yang Allah karuniakan hikmah (ilmu yang berdasarkan Al-Qur`ān ‎dan Sunnah), lalu ia memutuskan perkara/mengadili dengannya dan ‎mengajarkannya.”‎ Dan dari Ibnu Umar -raḍiyallāhu 'anhumā-, dari Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- beliau bersabda, “Tidak boleh hasad (iri hati) kecuali kepada ‎dua orang; Orang yang Allah anugerahi hafalan Al-Qur`ān, lalu ia ‎salat dengan membacanya malam dan siang, dan orang yang ‎Allah karuniakan baginya harta, lalu ia menginfakkannya ‎siang dan malam.”‎Muttafaq 'alaih dengan dua riwayatnya
Dari Abu Umāmah -raḍiyallāhu 'anhu- dia berkata, Aku mendengar Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Bacalah Al-Qur`ān, karena dia akan datang pada hari kiamat memberikan syafaat kepada para pembacanya."Diriwayatkan oleh Muslim
Uṡmān -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan dari Nabi ﷺ bahwa beliau bersabda, "Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur`an dan mengajarkannya."HR. Bukhari
Dari Al-Barā` bin 'Āzib -raḍiyallāhu 'anhumā- mengatakan, "Seseorang tengah membaca surah Al-Kahfi sedang di dekatnya terdapat kuda yang diikat dengan dua tali. Lalu awan kecil menutupinya dan mendekat sehingga kudanya lari menjauhi awan ini. Pada pagi harinya, ia mendatangi Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, lalu menceritakan peristiwa tersebut pada beliau. Maka beliau bersabda, "Itu adalah ketenangan yang turun karena Al-Qur'ān."Muttafaq 'alaih
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Janganlah kalian menjadikan rumah kalian sebagai kuburan. Sesungguhnya setan itu lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya Surah Al-Baqarah."HR. Muslim
Abu Mūsā Al-Asy'ari -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, ia berkata, "Rasulullah ﷺ bersabda, "Perumpamaan mukmin yang membaca Al-Qur`an seperti buah utrujjah (sejenis jeruk); aromanya harum dan rasanya enak. Perumpamaan mukmin yang tidak membaca Al-Qur`an seperti buah kurma; tidak memiliki aroma tetapi rasanya manis. Perumpamaan orang munafik yang membaca Al-Qur`an seperti raiḥānah (sejenis kemangi); aromanya harum tapi rasanya pahit. Sedangkan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al-Qur`an seperti hanẓalah (sejenis labu pahit); tidak memiliki aroma dan rasanya pahit."Muttafaq 'alaih
Abu Ad-Dardā` -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda, "Siapa yang menghafal sepuluh ayat dari awal Surah Al-Kahfi, niscaya ia dilindungi dari Dajal." Dalam riwayat lain: " ... dari akhir Surah Al-Kahfi."HR. Muslim
Abu Mas'ūd -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Nabi ﷺ bersabda, "Siapa saja yang membaca dua ayat terakhir dari Surah Al-Baqarah pada malam hari, niscaya kedua ayat itu telah mencukupinya."Muttafaq 'alaih
Abdullah bin Mas'ūd -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda, “Siapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur`an) maka baginya satu pahala kebaikan, dan satu pahala kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan bahwa 'alif lām mīm' itu satu huruf, akan tetapi, alif satu huruf, lām satu huruf, dan mīm satu huruf.”HR. Tirmizi
Dari Abu Sa'īd Rāfi' bin Al-Mu'alla -raḍiyallāhu 'anhu-, ia berkata, Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda kepadaku, "Maukah engkau aku engkau surah yang paling agung di dalam Al-Qur`ān sebelum engkau keluar masjid?" Lalu beliau memegang tanganku. Ketika kami hendak keluar, aku berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau mengatakan, "Aku akan mengajarkanmu surat yang paling agung di dalam Al-Qur`ān?" Beliau menjawab, "Alḥamdulillāhi Rabbil 'Ālamīn (Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam) adalah As-Sab'u Al-Maṡānī (tujuh ayat yang diulang-ulang) dan Al-Qur`ān Al-Aẓīm (Al-Qur`ān yang agung) yang telah diberikan kepadaku."Diriwayatkan oleh Bukhari
Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda, "Orang yang mahir membaca Al-Qur`an akan bersama para malaikat yang mulia nan berbakti, sedangkan orang yang membaca Al-Qur`an dengan terbata-bata dan merasa kesulitan dalam membacanya akan mendapatkan dua pahala."Muttafaq 'alaih
Dari 'Uqbah bin 'Āmir -raḍiyallāhu 'anhu- bahwa Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Tidakkah engkau mengetahui ayat-ayat yang telah diturunkan malam ini yang belum pernah ada sama sekali sebelumnya? Yaitu, Qul A'ūżu Birabbil Falaq dan Qul A'ūżu Birabbinnās."Diriwayatkan oleh Muslim
Dari Umar bin Al-Khaṭṭāb -raḍiyallāhu 'anhu- bahwa Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Sesungguhnya Allah mengangkat dengan kitab ini (Al-Qur`ān) beberapa kaum dan merendahkan dengannya kaum yang lain."Diriwayatkan oleh Muslim
Abdullah bin Mas'ūd -raḍiyallāhu 'anhu- berkata, Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Seburuk-buruk bagi seseorang bila ia mengatakan, 'Aku lupa ayat ini dan ini.' Tetapi (katakanlah) 'Sungguh ia telah dibuat lupa.' Ulang-ulangilah Al-Qur`ān, karena sesungguhnya Al-Qur`ān itu lebih mudah lepas dari dada orang-orang dibandingkan unta (dari ikatannya)."Muttafaq 'alaih
Abu Umāmah al-Bāhiliy -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan: Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Bacalah Al-Qur`an, karena ia akan datang pada hari Kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya. Bacalah az-Zahrāwain (dua surat yang bercahaya): Al-Baqarah dan Āli Imrān, karena keduanya akan datang pada hari Kiamat seperti dua awan, atau seperti dua bayangan, atau seperti dua kelompok burung yang berbaris, yang membela para pembacanya. Bacalah surah Al-Baqarah, karena membacanya adalah keberkahan, meninggalkannya adalah penyesalan, dan para penyihir tidak akan mampu mengalahkannya."HR. Muslim
Abdullah bin 'Amr -raḍiyallāhu 'anhumā- meriwayatkan meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Kelak akan dikatakan kepada pemilik Al-Qur`an, 'Bacalah dan naiklah (di tingkatan surga); bacalah dengan tartil sebagaimana engkau membacanya dengan tartil di dunia. Sesungguhnya tingkatanmu adalah di akhir ayat yang engkau baca'."HR. Abu Daud, Tirmizi, Nasai dalam Al-Kubrā, dan Ahmad
Ubay bin Ka'ab -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, ia berkata, "Rasulullah ﷺ bersabda, “Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Wahai Abu Munżir, tahukah engkau, ayat manakah yang paling agung dari kitabullah yang engkau hafal?’ Aku menjawab, ‘Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.’ Beliau bersabda, ‘Wahai Abu Munżir, tahukah engkau, ayat manakah yang paling agung dari kitabullah yang engkau hafal?’ Aku menjawab, ‘Yaitu, 'Allāhu lā ilāha illā huwal-ḥayyu al-qayyūm ...’. [QS. Al-Baqarah: 255]. Beliau menepuk dadaku dan bersabda, ‘Demi Allah, semoga ilmu mudah kaupelajari, wahai Abu Munżir.’”HR. Muslim
عن أبي الدرداء عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: «أيعجز أحدكم أن يقرأ في ليلة ثلث القرآن؟» قالوا: وكيف يقرأ ثلث القرآن؟ قال: «قل هو الله أحد تعدل ثلث القرآن».رواه مسلم
Anas bin Mālik -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Tatkala turun ayat: "Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata, supaya Allah memberi ampunan kepadamu ..." hingga firman-Nya: "... suatu keuntungan yang besar" (QS. Al-Fatḥ: 1-5), yaitu sekembalinya beliau dari Hudaibiyah, sementara para sahabat dirundung kesedihan dan kejengkelan, serta beliau ﷺ sendiri telah menyembelih hewan kurbannya di Hudaibiyah, beliau bersabda, "Telah diturunkan kepadaku suatu ayat yang lebih aku sukai daripada dunia semuanya."HR. Muslim