Hadith for the World
Keutamaan-keutamaan Al-Qur`ān

Keutamaan Memberikan Perhatian Pada Al-Qur`ān

9 hadiths

9 hadiths

Dari Ibnu Mas’ud- raḍiyallāhu 'anhu-, ia berkata, Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, “Tidak boleh hasad ‎‎(iri hati) kecuali pada dua orang: Orang yang Allah anugerahkan ‎baginya harta, lalu ia infakkan di jalan kebenaran, dan ‎orang yang Allah karuniakan hikmah (ilmu yang berdasarkan Al-Qur`ān ‎dan Sunnah), lalu ia memutuskan perkara/mengadili dengannya dan ‎mengajarkannya.”‎ Dan dari Ibnu Umar -raḍiyallāhu 'anhumā-, dari Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- beliau bersabda, “Tidak boleh hasad (iri hati) kecuali kepada ‎dua orang; Orang yang Allah anugerahi hafalan Al-Qur`ān, lalu ia ‎salat dengan membacanya malam dan siang, dan orang yang ‎Allah karuniakan baginya harta, lalu ia menginfakkannya ‎siang dan malam.”‎Muttafaq 'alaih dengan dua riwayatnya
Dari Abu Umāmah -raḍiyallāhu 'anhu- dia berkata, Aku mendengar Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Bacalah Al-Qur`ān, karena dia akan datang pada hari kiamat memberikan syafaat kepada para pembacanya."Diriwayatkan oleh Muslim
Uṡmān -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan dari Nabi ﷺ bahwa beliau bersabda, "Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur`an dan mengajarkannya."HR. Bukhari
Abu Mūsā Al-Asy'ari -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, ia berkata, "Rasulullah ﷺ bersabda, "Perumpamaan mukmin yang membaca Al-Qur`an seperti buah utrujjah (sejenis jeruk); aromanya harum dan rasanya enak. Perumpamaan mukmin yang tidak membaca Al-Qur`an seperti buah kurma; tidak memiliki aroma tetapi rasanya manis. Perumpamaan orang munafik yang membaca Al-Qur`an seperti raiḥānah (sejenis kemangi); aromanya harum tapi rasanya pahit. Sedangkan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al-Qur`an seperti hanẓalah (sejenis labu pahit); tidak memiliki aroma dan rasanya pahit."Muttafaq 'alaih
Abdullah bin Mas'ūd -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda, “Siapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur`an) maka baginya satu pahala kebaikan, dan satu pahala kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan bahwa 'alif lām mīm' itu satu huruf, akan tetapi, alif satu huruf, lām satu huruf, dan mīm satu huruf.”HR. Tirmizi
Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda, "Orang yang mahir membaca Al-Qur`an akan bersama para malaikat yang mulia nan berbakti, sedangkan orang yang membaca Al-Qur`an dengan terbata-bata dan merasa kesulitan dalam membacanya akan mendapatkan dua pahala."Muttafaq 'alaih
Dari Umar bin Al-Khaṭṭāb -raḍiyallāhu 'anhu- bahwa Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Sesungguhnya Allah mengangkat dengan kitab ini (Al-Qur`ān) beberapa kaum dan merendahkan dengannya kaum yang lain."Diriwayatkan oleh Muslim
Abdullah bin Mas'ūd -raḍiyallāhu 'anhu- berkata, Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Seburuk-buruk bagi seseorang bila ia mengatakan, 'Aku lupa ayat ini dan ini.' Tetapi (katakanlah) 'Sungguh ia telah dibuat lupa.' Ulang-ulangilah Al-Qur`ān, karena sesungguhnya Al-Qur`ān itu lebih mudah lepas dari dada orang-orang dibandingkan unta (dari ikatannya)."Muttafaq 'alaih
Abdullah bin 'Amr -raḍiyallāhu 'anhumā- meriwayatkan meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Kelak akan dikatakan kepada pemilik Al-Qur`an, 'Bacalah dan naiklah (di tingkatan surga); bacalah dengan tartil sebagaimana engkau membacanya dengan tartil di dunia. Sesungguhnya tingkatanmu adalah di akhir ayat yang engkau baca'."HR. Abu Daud, Tirmizi, Nasai dalam Al-Kubrā, dan Ahmad