Hadith for the World
Fikih Ibadah

Salat

126 hadiths

126 hadiths

Dari Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- dan Mugīrah Ibn Syu'bah -raḍiyallāhu 'anhu-, bahwa dahulunya Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- shalat malam sampai kedua kakinya bengkak. Aku pun bertanya kepadanya, "Kenapa engkau lakukan sampai seperti ini wahai Rasulullah, padahal telah diampuni dosa-dosamu yang terdahulu dan yang akan datang?" Beliau menjawab, "Tidakkah bolehkah aku senang bila menjadi hamba yang bersyukur!".Muttafaq 'alaih
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Tempat yang paling dicintai Allah adalah masjid, dan tempat yang paling dibenci Allah adalah pasar."HR. Muslim
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, dia mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Bagaimana menurut kalian, jika ada sebuah sungai di depan pintu salah satu di antara kalian lalu ia mandi di sana lima kali setiap hari. Apakah masih ada tersisa kotorannya?" Para sahabat menjawab, "Tidak akan tersisa kotorannya walau sedikit." Beliau bersabda, "Seperti itulah perumpamaan salat lima waktu, dengannya Allah menggugurkan kesalahan."Muttafaq 'alaih
Dari Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā-, ia berkata, "Gerhana matahari pernah terjadi pada masa Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-. Lantas beliau mengimami salat para sahabat. Beliau berdiri sangat lama, kemudian rukuk dan memanjangkan durasi rukuknya. Lalu berdiri sangat lama -lebih pendek daripada berdiri setelah takbiratul ihram-. Kemudian rukuk lagi dengan panjang -lebih pendek daripada rukuk pertama-. Kemudian beliau berdiri (i'tidal) sangat lama - lebih pendek dari berdiri pertama-. Lalu sujud dengan lama. Kemudian melakukan rakaat kedua sama seperti rakaat pertama. Lantas beliau berdiri dan gerhana sudah selesai. Lalu beliau berkhutbah di depan umat manusia. Beliau memuji Allah dan menyanjung-Nya seraya bersabda, "Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda keagungan Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian seseorang atau kehidupan seseorang. Jika kalian melihat keduanya mengalami gerhana, maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, salatlah dan bersedekahlah!". Kemudian beliau bersabda, 'Wahai umat Muhammad, demi Allah, tidak ada seorangpun dari kalian yang lebih cemburu daripada Allah saat hambanya baik laki-laki maupun perempuan berzina. Wahai umat Muhammad, seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui, pasti kalian sedikit tertawa dan banyak menangis." Dalam riwayat lain, "Lantas beliau menyempurnakan empat rukuk dan empat kali sujud."Muttafaq 'alaih
Dari Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā-, ia berkata, "Di setiap malam, Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- pasti melakukan salat witir; dari awal malam, pertengahan malam dan akhir malam hingga witirnya selesai pada waktu sahur."Muttafaq 'alaih
'Amr bin Syu'aib meriwayatkan dari ayahnya, dari kakeknya, Rasulullah ﷺ bersabda, "Perintahkan anak-anak kalian untuk melaksanakan salat saat mereka berusia tujuh tahun. Pukullah mereka untuk melaksanakan salat ketika berusia sepuluh tahun dan pisahkanlah tempat tidur di antara mereka."HR. Abu Daud
Dari Abdullah bin Zaid bin 'Āṣim Al-Māzini -raḍiyallāhu 'anhu-, ia berkata, "Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- pernah keluar untuk salat istiska (salat minta hujan). Beliau menghadap kiblat sambil berdoa dan membalik posisi sorbannya. Kemudian salat dua rakaat di mana beliau mengeraskan suara bacaannya." Dalam redaksi lain, "Menuju ke musala."Muttafaq 'alaih
Abdurrahman bin Abu Lailā meriwayatkan, ia berkata, "Aku bertemu dengan Ka'ab bin 'Ujrah, dia berkata, "Maukah engkau kuberi sebuah hadiah?" "Nabi ﷺ keluar menemui kami. Kami bertanya, 'Wahai Rasulullah, kami sudah tahu bagaimana mengucapkan salam kepadamu, lalu bagaimana kami berselawat?' Beliau bersabda, 'Ucapkanlah: Allāhumma ṣalli 'alā muḥammad, wa 'alā āli muḥammad, kamā ṣallaita 'alā āli ibrāhīm, innaka ḥamīdun majīd. Allāhumma bārik 'alā muḥammad, wa 'alā āli muḥammad, kamā bārakta 'alā āli ibrāhīm, innaka ḥamīdun majīd. (Ya Allah! berikanlah selawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau memberikan selawat kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Mahamulia. Ya Allah! berikanlah keberkahan kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau memberikan keberkahan kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Mahamulia)'."Muttafaq 'alaih
'Ubādah bin Aṣ-Ṣāmit -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda, "Tidak sah salat seseorang yang tidak membaca surah Al-Fātiḥah."Muttafaq 'alaih
Dari Anas bin Malik -raḍiyallāhu 'anhu- secara marfū', "Aku tidak pernah salat di belakang seorang imam pun yang lebih ringan salatnya dan lebih sempurna dibanding Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-."Muttafaq 'alaih
Jundub bin Abdullah Al-Qasriy -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda, “Siapa yang melaksanakan salat subuh, maka dia berada dalam jaminan (lindungan) Allah. Oleh karena itu, jangan sampai Allah menuntut kalian dengan jaminan-Nya (karena tidak melaksanakan salat Subuh). Sungguh, siapa yang Allah tuntut dengan jaminan-Nya, Allah pasti akan menemukannya, kemudian Allah menelungkupkan wajahnya ke dalam neraka Jahanam.”HR. Muslim
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan dari Nabi ﷺ bahwa beliau bersabda, "Siapa yang pergi ke masjid pada waktu pagi atau sore hari, niscaya Allah menyediakan satu tempat peristirahatan untuknya di surga setiap kali ia pergi di pagi atau sore hari."Muttafaq 'alaih
Dari Umar bin Khaṭṭab -raḍiyallāhu 'anhu- secara marfū', "Siapa yang tertidur dari hizbnya (kebiasaan salatnya) di malam hari atau sebagiannya, lalu ia menggantinya di waktu antara salat Subuh dan salat Zuhur, akan ditulis untuknya seolah-olah ia mengerjakannya di malam hari."Diriwayatkan oleh Muslim
Abdullah bin Salām -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Saat Nabi ﷺ tiba di Madinah, orang-orang berhamburan mendatangi beliau. Ada orang yang berseru, "Rasulullah ﷺ telah datang, Rasulullah telah datang, Rasulullah telah datang." Tiga kali. Aku pun ikut datang ke tengah-tengah mereka untuk ikut melihat. Ketika aku melihat jelas wajah beliau, aku dapat mengetahui bahwa wajah beliau bukan wajah seorang pendusta. Kalimat pertama yang aku dengar beliau sampaikan adalah sabda beliau: “Wahai sekalian manusia, sebarkanlah salam, berilah makanan, sambunglah kerabat, dan salatlah pada malam hari ketika orang-orang tidur, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat.”HR. Tirmizi, Ibnu Majah, dan Ahmad
Dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- secara marfū', “Apabila imam mengucapkan “amin”, maka ucapkanlah “amin”, karena sesungguhnya siapa yang ucapan “amin”nya bersamaan dengan ucapan “amin” para malaikat, maka akan diampuni dosanya yang lalu.”Muttafaq 'alaih
Dari Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- bahwa Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- memasuki rumahnya dan di sisi Aisyah ada seorang wanita. Beliau bertanya, "Siapakah dia?" Aisyah menjawab, "Ini adalah si fulanah yang terkenal salatnya." Beliau bersabda, "Jangan demikian! Hendaklah kalian beramal sesuai kemampuan kalian. Demi Allah, Allah tidak akan bosan (untuk menerima amalan kalian) hingga kalian sendiri yang akan merasa bosan." Sesungguhnya amalan yang paling disukai Allah adalah amalan yang runtin dikerjakan pelakunya.Muttafaq 'alaih
Dari Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- bahwa Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- biasa mengucapkan dalam rukuk dan sujud beliau, "Subbūḥun quddūsun rabbul-malā`ikati war-rūḥ [Maha Suci lagi Maha Bersih, Rabb-nya para malaikat dan Ruh (Jibril])".Diriwayatkan oleh Muslim
Dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- secara marfū', "Sesungguhnya imam itu diangkat agar diikuti. Karena itu, janganlah kalian menyelisihinya! Jika dia bertakbir, hendaknya kalian bertakbir. Jika ia rukuk, hendaknya kalian rukuk. Jika ia mengucapkan, "Sami'allāhu Liman Ḥamidahu," (Allah mendengar orang yang memuji-Nya), ucapkanlah oleh kalian, "Rabbanā Walakal Ḥamdu," (Ya Tuhan kami, segala pujian hanya milik-Mu). Jika ia sujud, sujudlah kalian semua. Jika ia salat sambil duduk, hendaknya kalian semua salat sambil duduk."Muttafaq 'alaih
Abu Zuhair 'Umārah bin Ru`aibah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda, "Tidak akan masuk neraka seseorang yang salat sebelum terbit matahari dan sebelum tenggelamnya."HR. Muslim
'Uṡmān -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Tidaklah seorang muslim tatkala tiba waktu salat wajib, lalu dia membaguskan wudunya, khusyuknya, dan rukuknya, melainkan salat itu menjadi penghapus dosa-dosa sebelumnya selama dosa besar tidak dilanggar. Penghapusan itu berlaku sepanjang masa."HR. Muslim
Ka'ab bin 'Ujrah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda, "Ada beberapa zikir pengiring, tidak akan rugi orang yang mengucapkannya -atau melakukannya- di akhir setiap salat wajib, yaitu 33 kali tasbih, 33 kali tahmid, dan 34 kali takbir."HR. Muslim
Buraidah bin Al-Ḥuṣaib -raḍiyallāhu 'anhu- berkata, "Segerakanlah mengerjakan salat Asar karena Nabi ﷺ bersabda, 'Siapa yang meninggalkan salat Asar, niscaya telah batal (gugur) amalnya.'"HR. Bukhari
Sa'ad bin Abi Waqqāṣ -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda, "Siapa yang mendengar muazin lalu mengucapkan, 'Asyhadu allā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīkalah, wa anna muḥammadan 'abduhū wa rasūluh, raḍītu billāhi rabban, wa bi muḥammadin rasūlan, wa bil-islāmi dīnan (Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang hak selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Aku juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya. Aku rida Allah sebagai Tuhanku, Muhammad sebagai rasulku, dan Islam sebagai agamaku),' maka dosanya akan diampuni."HR. Muslim
Dari Ali bin Abi Ṭālib -raḍiyallāhu 'anhu- bahwa Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- apabila mendirikan salat, beliau mengucapkan, "Aku hadapkan wajahku kepada Zat yang menciptakan langit dan bumi dengan lurus dan aku tidak termasuk orang-orang musyrik. Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah Tuhan semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Aku diperintahkan kepada hal itu dan aku termasuk orang-orang muslim. Ya Allah! Engkau adalah Raja. Tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Engkau. Mahasuci Engkau dan Maha Terpuji. Engkaulah Tuhanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku telah menzalimi diriku sendiri dan akui dosa-dosaku. Karena itu ampunilah dosa-dosaku semuanya. Sesungguhnya tidak ada yang bisa mengampuni segala dosa melainkan Engkau. Tunjukilah aku akhlak yang paling baik. Tidak ada yang dapat menunjukkannya melainkan hanya Engkau. Jauhkanlah akhlak yang buruk dariku, karena sesungguhnya tidak ada yang sanggup menjauhkannya melainkan hanya Engkau. Akan aku patuhi segala perintah-Mu, dan akan aku tolong agama-Mu. Segala kebaikan berada di tangan-Mu. Sedangkan keburukan tidak datang dari Mu. Orang yang tidak tersesat hanyalah orang yang Engkau beri petunjuk. Aku berpegang teguh dengan-Mu dan kepada-Mu. Tidak ada keberhasilan dan jalan keluar kecuali dari-Mu. Maha Suci Engkau dan Maha Tinggi. Kumohon ampunan dari-Mu dan aku bertobat kepada-Mu”. Apabila beliau rukuk, beliau mengucapkan, "Ya Allah! Aku rukuk untuk-Mu, beriman kepada-Mu dan aku menyerahkan diri kepada-Mu. Pendengaranku, pandanganku, otakku, tulangku dan sarafku tunduk untuk-Mu." Apabila beliau mengangkat kepala, beliau mengucapkan, "Ya Allah Rabb kami! Segala puji milik-Mu sepenuh langit, sepenuh bumi, sepenuh antara keduanya, dan sepenuh sesuatu yang Engkau kehendaki." Apabila bersujud, beliau mengucapkan, "Ya Allah! Aku bersujud untuk-Mu, beriman kepada-Mu, menyerahkan diri kepada-Mu. Wajahku bersujud kepada Zat yang telah menciptakannya, membentuknya, membelah pendengarannya dan penglihatannya. Mahasuci Allah sebaik-baik pencipta." Selanjutnya ucapan terakhir yang dikatakannya antara tasyahud dan salam ialah, "Ya Allah! Ampunilah (dosa) yang telah aku lakukan dan yang akan datang, apa yang aku sembunyikan dan yang terang-terangan, apa yang aku hamburkan dan apa yang lebih Engkau ketahui dariku. Engkaulah Yang Mendahulukan dan Engkaulah Yang Mengakhirkan. Tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Engkau."Diriwayatkan oleh Muslim