Hadith for the World
Adab-adab Syar'i

Adab Orang Berilmu dan Penuntut Ilmu

6 hadiths

6 hadiths

Dari Abu Wāqid al-Hāriṡ bin Auf -raḍiyallāhu 'anhu- bahwa ketika Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- sedang duduk di masjid dan orang-orang bersamanya, tiba-tiba datanglah tiga orang. Dua orang menghampiri Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- sedangkan yang satu pergi. Lantas kedua orang itu berdiri di hadapan Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-. Salah satunya melihat tempat yang kosong di halaqah (perkumpulan) itu, lalu ia duduk di tempat kosong tersebut. Sedangkan yang satu lagi, duduk di belakang mereka. Adapun orang yang ketika pergi. Saat Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- selesai (bicara), beliau bersabda, "Maukah kalian aku beritahukan tentang tiga orang? Yang pertama, ia berlindung kepada Allah, maka Allah pun melindunginya. Yang kedua, ia malu, maka Allah pun malu terhadapnya. Sedangkan yang ketiga, ia berpaling, maka Allah pun berpaling darinya."Muttafaq 'alaih
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Ada seorang Arab badui datang kepada Nabi ﷺ seraya berkata, "Tunjukilah aku suatu amalan, jika aku mengerjakannya maka aku masuk surga." Beliau bersabda, "Beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun, mendirikan salat wajib, membayar zakat fardu, dan berpuasa di bulan Ramadan." Laki-laki itu berkata, "Demi Tuhan yang jiwaku ada di tangan-Nya, aku tidak akan menambah lebih dari hal itu." Tatkala ia pergi, Nabi ﷺ bersabda, "Siapa yang ingin melihat laki-laki penghuni surga, maka lihatlah orang itu."Muttafaq 'alaih
Abdurrahman bin Abu Lailā meriwayatkan, ia berkata, "Aku bertemu dengan Ka'ab bin 'Ujrah, dia berkata, "Maukah engkau kuberi sebuah hadiah?" "Nabi ﷺ keluar menemui kami. Kami bertanya, 'Wahai Rasulullah, kami sudah tahu bagaimana mengucapkan salam kepadamu, lalu bagaimana kami berselawat?' Beliau bersabda, 'Ucapkanlah: Allāhumma ṣalli 'alā muḥammad, wa 'alā āli muḥammad, kamā ṣallaita 'alā āli ibrāhīm, innaka ḥamīdun majīd. Allāhumma bārik 'alā muḥammad, wa 'alā āli muḥammad, kamā bārakta 'alā āli ibrāhīm, innaka ḥamīdun majīd. (Ya Allah! berikanlah selawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau memberikan selawat kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Mahamulia. Ya Allah! berikanlah keberkahan kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau memberikan keberkahan kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Mahamulia)'."Muttafaq 'alaih
Abdullah bin Mas'ūd -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Aku mendengar Nabi ﷺ bersabda, "Semoga Allah membaguskan rupa orang yang mendengar sebagian hadis kami kemudian ia menyampaikannya seperti yang ia dengar. Barangkali orang yang disampaikan padanya (suatu hadis) justru lebih paham daripada orang yang mendengarnya langsung."HR. Tirmizi, Ibnu Majah, dan Ahmad
Dari Abdullah bin Amru bin Al-'Āṣ -raḍiyallāhu 'anhumā-, ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan cara mencabutnya dari (dada) manusia, tapi Allah mencabut ilmu dengan mewafatkan para ulama, sehingga ketika Dia tidak menyisakan seorang pun yang berilmu, maka orang-orang pun menjadikan pemimpin mereka orang-orang yang bodoh, kemudian mereka ditanya lalu mereka pun memberi fatwa tanpa ilmu, maka mereka sesat dan menyesatkan."Muttafaq 'alaih
عن عبد الله بن عمر أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: «إن من الشجر شجرة لا يسقط ورقها، وهي مثل المسلم، حدثوني ما هي؟» فوقع الناس في شجر البادية، ووقع في نفسي أنها النخلة، قال عبد الله: فاستحييت، فقالوا: يا رسول الله، أخبرنا بها؟ فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «هي النخلة» قال عبد الله: فحدثت أبي بما وقع في نفسي، فقال: «لأن تكون قلتها أحب إلي من أن يكون لي كذا وكذا».متفق عليه