Hadith for the World
Adab-adab Syar'i

Adab Makan dan Minum

11 hadiths

11 hadiths

Waḥsyi bin Ḥarb -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan: Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, kami makan namun tidak merasa kenyang." Beliau bersabda, "Mungkin kalian makan sendiri-sendiri." Mereka menjawab, "Ya." Beliau bersabda, "Berkumpullah pada makanan kalian dan sebutlah nama Allah, pasti Allah akan memberi kalian keberkahan pada makanan tersebut."HR. Abu Daud, Ibnu Majah, dan Ahmad
Dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu-, ia berkata, "Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- sama sekali tidak pernah mencela makanan. Jika beliau suka makanan itu, beliau menyantapnya. Apabila tidak menyukainya, beliau membiarkannya."Muttafaq 'alaih
Dari Anas bin Malik dan Jabir bin Abdullah - raḍiyallāhu 'anhuma-, dari Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bahwasanya beliau jika selesai makan maka beliau menjilat ketiga jarinya. Beliau bersabda, "Jika ada butiran makanan kalian yang jatuh, maka buanglah kotoran yang menempel padanya dan makanlah makanan itu, jangan biarkan makanan itu untuk setan!" Beliau pun memerintahkan untuk membersihkan (menghabiskan makanan di) piring. Beliau bersabda, "Sesungguhnya kalian tidak tahu di bagian makanan kalian yang manakah terdapat keberakahan." Bahwasanya Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Sesungguhnya setan hadir dalam setiap kondisi kalian, termasuk saat makan. Jika ada butiran makanan kalian yang jatuh, maka bersihkan dari kotoran yang ada kemudian makanlah, dan jangan biarkan dia untuk setan. Jika selesai makan, jilatlah jari-jarinnya, karena dia tidak tahu, di bagian makanan yang manakah terdapat keberkahan."Diriwayatkan oleh Muslim dengan dua riwayatnya
Anas bin Mālik -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda, "Sesungguhnya Allah rida pada seorang hamba ketika dia menyantap makanan lalu dia memuji Allah atas makanan itu atau minum lalu dia memuji Allah atas minuman itu."HR. Muslim
Dari Ibnu Umar -raḍiyallāhu 'anhumā-, bahwa Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, “Apabila salah seorang di antara kalian diundang ke acara walimah (resepsi pernikahan), maka hendaknya ia datang."Muttafaq 'alaih
Dari Abu Juḥaifah -raḍiyallāhu 'anhu-, ia berkata, "Ketika saya berada di dekat Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- maka beliau bersabda kepada seseorang yang ada di samping beliau, "Aku tidak makan dalam keadaan bertelekan (bertumpu)."Diriwayatkan oleh Bukhari
Dari Ibnu 'Abbās -raḍiyallāhu 'anhumā-, bahwasanya Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Keberkahan turun di tengah-tengah makanan; maka makanlah dari pinggirnya dan jangan dari tengah-tengahnya!"Diriwayatkan oleh Ibnu Mājah - Diriwayatkan oleh Tirmiżi - Diriwayatkan oleh Abu Daud - Diriwayatkan oleh Ahmad - Diriwayatkan oleh Dārimi
Ibnu Umar -raḍiyallāhu 'anhumā- meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Apabila salah seorang kalian makan, hendaklah ia makan ‎dengan tangan kanannya, dan jika ia minum, hendaklah minum dengan ‎tangan kanannya, karena setan itu makan dengan tangan kirinya dan ‎minum dengan tangan kirinya pula."HR. Muslim
Dari Ibnu 'Abbās -raḍiyallāhu 'anhumā- ia berkata, "Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- melarang bernapas di dalam wadah air (bejana) atau meniupnya."Diriwayatkan oleh Ibnu Mājah - Diriwayatkan oleh Tirmiżi - Diriwayatkan oleh Abu Daud - Diriwayatkan oleh Ahmad - Diriwayatkan oleh Dārimi
عن ابن عباس أن رسول الله صلى الله عليه وسلم شرب لبنًا فمضمض، وقال: «إن له دسمًا».متفق عليه
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: إِنَّ خَيَّاطًا دَعَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِطَعَامٍ صَنَعَهُ، قَالَ أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ: فَذَهَبْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى ذَلِكَ الطَّعَامِ، فَقَرَّبَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خُبْزًا وَمَرَقًا، فِيهِ دُبَّاءٌ وَقَدِيدٌ، فَرَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَتَبَّعُ الدُّبَّاءَ مِنْ حَوَالَيِ القَصْعَةِ، قَالَ: فَلَمْ أَزَلْ أُحِبُّ الدُّبَّاءَ مِنْ يَوْمِئِذٍ.متفق عليه