Hadith for the World
Sifat-sifat Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-

Sifat-sifat Akhlak

15 hadiths

15 hadiths

Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- meriwayatkan, "Aku tidak pernah melihat Nabi ﷺ tertawa lebar sampai terlihat organ uvulanya. Tetapi, beliau hanya tersenyum."Muttafaq 'alaih
Abu Sa'īd Al-Khudriy -raḍiyallāhu 'anhu- berkata, "Nabi ﷺ lebih pemalu daripada gadis yang masih di tempat pingitannya. Apabila beliau melihat sesuatu yang tidak disukai, kami mengetahui hal itu di muka beliau."Muttafaq 'alaih
Dari Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā-, ia berkata, "Perkataan Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- adalah perkataan yang jelas (rinci) dapat dipahami oleh setiap orang yang mendengarnya."Diriwayatkan oleh Tirmiżi - Diriwayatkan oleh Nasā`i - Diriwayatkan oleh Abu Daud - Diriwayatkan oleh Ahmad
Maḥmūd bin Labīd -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Hal yang paling aku khawatirkan pada kalian adalah syirik kecil." Para sahabat bertanya, "Apa syirik kecil itu, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Yaitu ria. Allah ﷻ akan berfirman pada mereka di hari Kiamat ketika manusia diberikan balasan amal mereka, 'Carilah orang-orang yang kalian bersikap ria di hadapannya saat di dunia, lalu tunggulah, apakah kalian menemukan balasan dari mereka?'"HR. Ahmad
Dari Anas bin Malik -raḍiyallāhu 'anhu- "Bahwasanya Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- apabila menuturkan satu kata, beliau mengulanginya tiga kali hingga dapat dipahami. Dan jika mendatangi suatu kaum lalu mengucapkan salam, beliau mengucapkan salam kepada mereka tiga kali."Diriwayatkan oleh Bukhari
Dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu-, bahwa ada seorang laki-laki ‎datang kepada Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- untuk menagih utang kepada beliau, lalu orang tersebut berkata kasar kepada beliau, ‎maka para sahabat pun marah dengan orang tersebut. Lantas Rasulullah ‎-ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, “Biarkan saja dia! Sesungguhnya ‎orang yang memiliki hak bebas untuk berkata-kata.” Kemudian beliau ‎bersabda, “Berikan kepadanya unta yang semisal dengan untanya.” Para ‎sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, kami tidak mendapatkan kecuali ‎yang lebih dari untanya, Nabi pun menjawab, “Berikan ‎kepadanya! Sesungguhnya sebaik-baik kalian adalah yang paling baik ‎dalam pembayaran (utang)."‎Muttafaq 'alaih
Dari Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- secara marfū'. Sekelompok Arab Badui mendatangi Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dan bertanya, "Apakah kalian mencium anak-anak kecil kalian?" Nabi menjawab, "Ya." Mereka berkata, "Namun, demi Allah, kami tidak mencium mereka." Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Aku tak dapat berbuat apa-apa jika Allah telah mencabut rasa sayang dari hati-hati kalian."Muttafaq 'alaih
Anas -raḍiyallāhu 'anhu- berkata, "Aku pernah berjalan bersama Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- sementara beliau mengenakan selendang buatan negeri Najran yang kasar tepinya. Lalu seorang badui mengejar beliau dan menarik selendang beliau dengan keras. Aku lihat di permukaan pundak beliau terdapat bekas tepi selendang, karena kerasnya tarikan orang badui itu. Lantas orang itu berkata, 'Wahai Muhammad! Perintahkanlah agar aku diberikan harta Allah yang ada padamu!' Beliau lalu menoleh padanya sembari tersenyum, kemudian beliau memerintahkan untuk memberinya pemberian."Muttafaq 'alaih
Dari Abu Sa'îd al-Khudri -raḍiyallāhu 'anhu- secara marfū', bahwa ada sebagian orang dari Ansar yang meminta-minta kepada Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dan beliau beri. Kemudian minta lagi dan diberi lagi, sampai yang beliau miliki habis. Beliau berkata kepada mereka ketika apa yang beliau miliki sudah habis, "Apa pun kebaikan yang aku punya, aku tidak akan menyembunyikannya dari kalian. Barangsiapa menjaga kehormatan dirinya dari kejelekan, maka Allah akan memulyakannya. Barangsiapa merasa cukup (dengan karunia Allah) maka Allah akan mencukupinya. Barangsiapa melatih diri untuk bersabar, maka Allah akan menjadikannya penyabar. Dan tidaklah seseorang diberi suatu pemberian yang lebih baik dan lebih luas daripada anugerah kesabaran".Muttafaq 'alaih
Ibnu 'Abbās -raḍiyallāhu 'anhumā- meriwayatkan, "Rasulullah ﷺ adalah manusia yang paling dermawan. Beliau menjadi lebih dermawan lagi di bulan Ramadan ketika ditemui Jibril. Jibril biasa menemui beliau di setiap malam bulan Ramadan, lalu beliau saling mempelajari Al-Qur`an dengannya. Sungguh Rasulullah ﷺ lebih dermawan dalam kebaikan dibanding angin yang berhembus."Muttafaq 'alaih
Anas bin Malik -raḍiyallāhu 'anhu- berkata, "Rasulullah ﷺ adalah orang yang paling baik akhlaknya."Muttafaq 'alaih
Anas -raḍiyallāhu 'anhu- berkata, "Aku belum pernah memegang sutra tebal maupun tipis yang lebih halus dari telapak tangan Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-. Aku belum pernah mencium aroma seharum aroma Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-. Aku telah menjadi pelayan Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- selama sepuluh tahun, beliau tidak pernah mengatakan padaku, 'Hus', atau menegurku dalam suatu pekerjaan dengan ucapan, 'Kenapa kamu berbuat seperti itu?' Beliau juga tidak pernah menegurku lantaran belum melakukan sesuatu dengan ucapan, 'Kenapa kamu tidak berbuat demikian?'"Muttafaq 'alaih
Ummul Mukminin Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- berkata, "Tidaklah Rasulullah ﷺ diberi dua pilihan kecuali beliau pasti memilih yang paling mudah, selama tidak merupakan dosa. Jika yang mudah itu dosa, beliau pasti orang yang paling jauh darinya. Rasulullah ﷺ tidak pernah melakukan pembalasan untuk dirinya kecuali kalau sesuatu yang diharamkan oleh Allah dilanggar, maka beliau membalasnya karena Allah Ta'ala."Muttafaq 'alaih
Dari Abdullah bin asy-Syikhīr -raḍiyallāhu 'anhu- ia berkata, “Aku pernah melihat Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- salat dan dari dada beliau keluar suara layaknya suara penggilingan karena tangisan beliau -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-."Diriwayatkan oleh Nasā`i - Diriwayatkan oleh Abu Daud - Diriwayatkan oleh Ahmad
Dari Anas, berkata : Nabi ﷺ adalah sebaik-baiknya manusia, sedermawan-dermawannya manusia dan seberani-beraninya manusia. Suatu malam penduduk Madinah mengalami kepanikan. Mereka pergi kearah munculnya suara. Lalu Nabi ﷺ menghampiri mereka dan bergegas kearah suara itu mendahului para penduduk. Kemudian Beliau ﷺ bersabda : "Mereka tidak perlu dihiraukan, tidak perlu dianggap". HR Al Bukhari