ID
Sifat-sifat Akhlak
Kelemah-lembutan Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-
3 hadiths
Kedermawanan Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-
2
Sifat Malu Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-
1
Keberanian Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-
1
Kelemah-lembutan Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-
3
Kasih Sayang Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-
2
Tutur Kata Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-
2
Tertawa Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-
1
Tangis Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-
1
Kesantunan Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-
1
3 hadiths
Dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu-, bahwa ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- untuk menagih utang kepada beliau, lalu orang tersebut berkata kasar kepada beliau, maka para sahabat pun marah dengan orang tersebut. Lantas Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, “Biarkan saja dia! Sesungguhnya orang yang memiliki hak bebas untuk berkata-kata.” Kemudian beliau bersabda, “Berikan kepadanya unta yang semisal dengan untanya.” Para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, kami tidak mendapatkan kecuali yang lebih dari untanya, Nabi pun menjawab, “Berikan kepadanya! Sesungguhnya sebaik-baik kalian adalah yang paling baik dalam pembayaran (utang)."
Muttafaq 'alaih
Anas -raḍiyallāhu 'anhu- berkata, "Aku pernah berjalan bersama Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- sementara beliau mengenakan selendang buatan negeri Najran yang kasar tepinya. Lalu seorang badui mengejar beliau dan menarik selendang beliau dengan keras. Aku lihat di permukaan pundak beliau terdapat bekas tepi selendang, karena kerasnya tarikan orang badui itu. Lantas orang itu berkata, 'Wahai Muhammad! Perintahkanlah agar aku diberikan harta Allah yang ada padamu!' Beliau lalu menoleh padanya sembari tersenyum, kemudian beliau memerintahkan untuk memberinya pemberian."
Muttafaq 'alaih
Anas -raḍiyallāhu 'anhu- berkata, "Aku belum pernah memegang sutra tebal maupun tipis yang lebih halus dari telapak tangan Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-. Aku belum pernah mencium aroma seharum aroma Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-. Aku telah menjadi pelayan Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- selama sepuluh tahun, beliau tidak pernah mengatakan padaku, 'Hus', atau menegurku dalam suatu pekerjaan dengan ucapan, 'Kenapa kamu berbuat seperti itu?' Beliau juga tidak pernah menegurku lantaran belum melakukan sesuatu dengan ucapan, 'Kenapa kamu tidak berbuat demikian?'"
Muttafaq 'alaih