Hadith for the World
Topic

Sejarah dan Tarikh

38 hadiths

38 hadiths

Dari Abu Bakrah -raḍiyallāhu 'anhu-, "Sesungguhnya zaman itu berputar sebagaimana ketika Allah menciptakan langit dan bumi. Setahun itu ada dua belas bulan dan di antaranya ada empat bulan yang suci. Tiga berturut-turut, yaitu Zulqa'dah, Zulhijjah dan Muharram. Sedangkan keempatnya adalah bulan Rajab Muḍar antara Jumada dan Sya'ban." (Kemudian Nabi bertanya) "Bulan apakah sekarang?" Kami menjawab, "Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui." Beliau pun kemudian berdiam diri, sehingga kami menyangka bahwa beliau akan memberinya nama lain, selain dari nama yang biasa. Beliau bertanya lagi, "Bukankah ini bulan Zulhijjah?" Kami menjawab, "Ya, benar." Beliau bersabda lagi, "Negeri apakah ini?" Kami menjawab, "Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui." Beliau terdiam lagi sehingga kami menyangka bahwa beliau akan memberinya nama lain selain dari nama yang biasa. Kemudian beliau bersabda, "Bukankah ini tanah haram?" Kami menjawab, "Benar." Beliau bertanya lagi, "Hari apakah ini?' Kami menjawab, "Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui." Kemudian beliau berdiam diri sehingga kita menyangka kalau beliau akan memberinya nama lain lagi selain dari namanya yang biasa. Lalu beliau bersabda, "Bukankah hari ini hari Nahr?" Kami menjawab, "Benar." Beliau bersabda lagi, "Sesungguhnya darah, harta dan kehormatan kalian adalah haram atas kalian semua sebagaimana keharaman hari kalian ini, di negeri kalian ini dan di dalam bulan kalian ini. Dan kalian semua akan menemui Rabb kalian semua lalu Dia akan menanyakan kepada kalian tentang amalan-amalan kalian. Ingatlah, janganlah kalian kembali menjadi orang-orang kafir sepeninggalku nanti, saling membunuh tanpa dasar kebenaran. Ingatlah, hendaknya yang hadir menyampaikan kepada yang tidak hadir. Mungkin saja sebagian orang yang diberi tahu akan lebih paham daripada sebagian orang yang mendengar langsung." Kemudian beliau bersabda, "Ingatlah, apakah aku telah menyampaikan ini? Ingatlah, apakah aku telah menyampaikan ini?" Kami menjawab, "Benar." Beliau bersabda lagi, "Ya Allah, saksikanlah!"Muttafaq 'alaih
Dari Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā-, ia berkata, "Tatkala Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- kembali dari perang Khandaq (parit) dan meletakkan senjata serta mandi, datanglah Jibril -'alaihis-salām- kepada beliau lalu bertanya, "Apakah engkau sudah meletakkan senjata? Demi Allah, kami belum meletakkannya. Pergilah ke daerah mereka." Beliau bertanya, "Ke mana?" Jibril menjawab, "Ke sini." Ia memberi isyarat ke Bani Quraiẓah. Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- pun keluar menuju kampung mereka."Muttafaq 'alaih
Dari Anas -raḍiyallāhu 'anhu-, ia berkata, "Aku seolah-olah melihat debu-debu beterbangan di lorong-lorong jalan Bani Ganam." Yaitu rombongan Jibril -ṣalawātullāhi 'alaihi- ketika Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- berjalan menuju Bani Quraiẓah."Diriwayatkan oleh Bukhari
Zaid bin Ṡābit -raḍiyallāhu 'anhu- berkata, Kami sedang bersama Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- menyusun Al-Qur`ān dari potongan-potongan kain, maka Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Kebaikan bagi Syam." Kami bertanya, "Apa yang menyebabkan hal itu, wahai Rasulullah?" Beliau bersabda, "Karena malaikat-malaikat Ar-Raḥmān membentangkan sayapnya di atasnya."Diriwayatkan oleh Tirmiżi - Diriwayatkan oleh Ahmad
Dari Abdullah bin asy-Syikhīr -raḍiyallāhu 'anhu- ia berkata, “Aku pernah melihat Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- salat dan dari dada beliau keluar suara layaknya suara penggilingan karena tangisan beliau -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-."Diriwayatkan oleh Nasā`i - Diriwayatkan oleh Abu Daud - Diriwayatkan oleh Ahmad
Ibnu 'Abbas -raḍiyallāhu 'anhumā- berkata, "Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- diangkat sebagai nabi ketika berusia 40 tahun, lalu beliau tinggal di Mekah menerima wahyu selama 13 tahun. Kemudian beliau diperintahkan berhijrah, maka beliau pun berhijrah dan menetap (di Madinah) selama 10 tahun sampai beliau meninggal di usia 63 tahun."Muttafaq 'alaih
Dari Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- ia berkata: "Aku tidak pernah cemburu kepada para istri-istri Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- selain kepada Khadijah yang aku sendiri tidak pernah bertemu dengannya. Dia melanjutkan, "Setiap kali Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- menyembelih kambing maka beliau bersabda, "Kirimkan sebagiannya kepada teman-teman Khadijah." Dia melanjutkan, "Suatu hari aku pernah membuat beliau marah dengan kata-kataku, "Khadijah lagi, Khadijah lagi." Maka Rasulullah bersabada, "Sungguh aku dikaruniai cintanya."Diriwayatkan oleh Muslim
Dari Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā-, ia berkata, "Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- tidak menikah lagi sampai Khadijah wafat."Diriwayatkan oleh Muslim
Abu Musa -raḍiyallāhu 'anhu- berkata, Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Laki-laki yang sempurna banyak jumlahnya, namun dari kalangan wanita tidak ada yang sempurna kecuali Āsiyah istri Firaun dan Maryam binti 'Imrān. Sesungguhnya kelebihan Aisyah di atas para wanita seperti kelebihan ṡarīd (roti yang ditambahkan kuah dan daging) atas semua makanan."Muttafaq 'alaih
Dari Marwan Bin Al Hakam dan Miswar Bin Makhramah. Bahwasannya Rasulullah ﷺ pernah bersabda : "Perkataan yang paling aku sukai adalah perkataan yang paling jujur". HR Al Bukhari
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: إِنَّ خَيَّاطًا دَعَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِطَعَامٍ صَنَعَهُ، قَالَ أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ: فَذَهَبْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى ذَلِكَ الطَّعَامِ، فَقَرَّبَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خُبْزًا وَمَرَقًا، فِيهِ دُبَّاءٌ وَقَدِيدٌ، فَرَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَتَبَّعُ الدُّبَّاءَ مِنْ حَوَالَيِ القَصْعَةِ، قَالَ: فَلَمْ أَزَلْ أُحِبُّ الدُّبَّاءَ مِنْ يَوْمِئِذٍ.متفق عليه
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- menuturkan: Ada seseorang berkata, "Wahai Rasulullah, doakanlah keburukan untuk orang-orang musyrik." Beliau bersabda, "Sesungguhnya aku tidak diutus sebagai orang yang gemar melaknat, tetapi aku diutus sebagai kasih sayang."HR. Muslim
Dari Anas, berkata : Nabi ﷺ adalah sebaik-baiknya manusia, sedermawan-dermawannya manusia dan seberani-beraninya manusia. Suatu malam penduduk Madinah mengalami kepanikan. Mereka pergi kearah munculnya suara. Lalu Nabi ﷺ menghampiri mereka dan bergegas kearah suara itu mendahului para penduduk. Kemudian Beliau ﷺ bersabda : "Mereka tidak perlu dihiraukan, tidak perlu dianggap". HR Al Bukhari
Nabi ﷺ bersabda : "Bibi/tante itu berada pada kedudukan ibu". HR Al Bukhari dan Muslim