Hadith for the World
Topic

Fikih dan Uṣūl Fikih

288 hadiths

288 hadiths

Dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- secara marfū', "Siapa yang meninggal dunia dalam keadaan tidak pernah berperang (di jalan Allah), dan tidak pernah berniat untuk berperang, maka ia mati di atas salah satu cabang kemunafikan."Diriwayatkan oleh Muslim
Abu Mas'ūd -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan dari Nabi ﷺ bahwa beliau bersabda, "Apabila seorang laki-laki memberi nafkah kepada istrinya dengan mengharap pahala, maka nafkahnya itu bernilai sedekah baginya."Muttafaq 'alaih
'Adiy bin Ḥātim -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda, "Tidaklah ada salah seorang dari kalian kecuali Tuhannya akan berbicara kepadanya, tanpa ada seorang penerjemah pun sebagai perantara. Lalu dia melihat ke sebelah kanannya, tidak ada yang dia lihat kecuali amal yang telah dia kerjakan. Dia melihat ke sisi kirinya, tidak ada yang dia lihat kecuali amal yang telah dia kerjakan. Dia melihat ke depannya, tidak ada yang dia lihat kecuali neraka di hadapan mukanya. Maka berlindunglah dari neraka walaupun dengan bersedekah setengah butir kurma."Muttafaq 'alaih
Dari ‘Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā-, ia berkata, Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, “Siapa yang rindu bertemu dengan Allah, Allah pun rindu bertemu dengannya. Namun siapa yang benci bertemu dengan Allah, Allah pun benci bertemu dengannya.” Maka aku berkata: “Wahai Rasulullah, apakah (yang dimaksud adalah) membenci kematian, karena setiap kita membenci kematian?” Beliau menjawab: “Bukan demikian. Namun seorang mukmin jika diberi kabar gembira dengan rahmat, ridha dan surga Allah, ia akan rindu bertemu dengan Allah, maka Allah pun rindu bertemu dengannya. Dan sungguh orang kafir jika diberi ‘kabar duka’ dengan azab dan murka Allah, ia akan benci bertemu dengan Allah dan Allah pun benci bertemu dengannya.”Diriwayatkan oleh Muslim
Dari Ali bin Abi Ṭālib -raḍiyallāhu 'anhu- bahwa Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- apabila mendirikan salat, beliau mengucapkan, "Aku hadapkan wajahku kepada Zat yang menciptakan langit dan bumi dengan lurus dan aku tidak termasuk orang-orang musyrik. Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah Tuhan semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Aku diperintahkan kepada hal itu dan aku termasuk orang-orang muslim. Ya Allah! Engkau adalah Raja. Tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Engkau. Mahasuci Engkau dan Maha Terpuji. Engkaulah Tuhanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku telah menzalimi diriku sendiri dan akui dosa-dosaku. Karena itu ampunilah dosa-dosaku semuanya. Sesungguhnya tidak ada yang bisa mengampuni segala dosa melainkan Engkau. Tunjukilah aku akhlak yang paling baik. Tidak ada yang dapat menunjukkannya melainkan hanya Engkau. Jauhkanlah akhlak yang buruk dariku, karena sesungguhnya tidak ada yang sanggup menjauhkannya melainkan hanya Engkau. Akan aku patuhi segala perintah-Mu, dan akan aku tolong agama-Mu. Segala kebaikan berada di tangan-Mu. Sedangkan keburukan tidak datang dari Mu. Orang yang tidak tersesat hanyalah orang yang Engkau beri petunjuk. Aku berpegang teguh dengan-Mu dan kepada-Mu. Tidak ada keberhasilan dan jalan keluar kecuali dari-Mu. Maha Suci Engkau dan Maha Tinggi. Kumohon ampunan dari-Mu dan aku bertobat kepada-Mu”. Apabila beliau rukuk, beliau mengucapkan, "Ya Allah! Aku rukuk untuk-Mu, beriman kepada-Mu dan aku menyerahkan diri kepada-Mu. Pendengaranku, pandanganku, otakku, tulangku dan sarafku tunduk untuk-Mu." Apabila beliau mengangkat kepala, beliau mengucapkan, "Ya Allah Rabb kami! Segala puji milik-Mu sepenuh langit, sepenuh bumi, sepenuh antara keduanya, dan sepenuh sesuatu yang Engkau kehendaki." Apabila bersujud, beliau mengucapkan, "Ya Allah! Aku bersujud untuk-Mu, beriman kepada-Mu, menyerahkan diri kepada-Mu. Wajahku bersujud kepada Zat yang telah menciptakannya, membentuknya, membelah pendengarannya dan penglihatannya. Mahasuci Allah sebaik-baik pencipta." Selanjutnya ucapan terakhir yang dikatakannya antara tasyahud dan salam ialah, "Ya Allah! Ampunilah (dosa) yang telah aku lakukan dan yang akan datang, apa yang aku sembunyikan dan yang terang-terangan, apa yang aku hamburkan dan apa yang lebih Engkau ketahui dariku. Engkaulah Yang Mendahulukan dan Engkaulah Yang Mengakhirkan. Tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Engkau."Diriwayatkan oleh Muslim
Dari Ibnu Abbas -raḍiyallāhu 'anhumā-, bahwa Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- apabila melaksanakan salat tahajud di malam hari, beliau membukanya dengan ucapan, “Ya Allah! Segala puji bagi Engkau. Engkau pemelihara langit dan bumi serta makhluk yang berada di dalamnya. Segala puji bagi Engkau. Engkau memiliki kerajaan langit, bumi dan siapa saja yang berada di dalamnya. Segala puji bagi Engkau. Engkau adalah cahaya bagi langit, bumi dan siapa saja yang berada di dalamnya. Segala puji bagi Engkau. Engkau Raja langit dan bumi dan Raja bagi siapa saja yang berada di dalamnya. Segala puji bagi Engkau. Engkaulah Al Haq. Janji-Mu pasti benar, firman-Mu pasti benar, pertemuan dengan-Mu pasti benar, firman-Mu pasti benar, surga itu benar adanya, neraka itu benar adanya, para nabi itu membawa kebenaran, dan Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- itu membawa kebenaran, hari kiamat itu benar adanya. Ya Allah! Kepada-Mu lah aku berserah diri. Kepada-Mu lah aku beriman. Kepada-Mu lah aku bertawakal. Kepada-Mu aku mengajukan perkara. Dan kepada-Mu aku berhukum. Karena itu, ampunilah aku dari dosa yang telah lalu dan yang akan datang, apa yang aku lakukan sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, dan apa yang Engkau lebih tahu dariku. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau.”Muttafaq 'alaih
Dari Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- secara marfū', "Tiada hari di mana Allah paling banyak memerdekakan hamba dari neraka lebih dari hari Arafah. Sesungguhnya Dia mendekat lalu membanggakan jamaah haji kepada para malaikat kemudian berfirman, "Apa yang diinginkan mereka (jamaah haji)?"Diriwayatkan oleh Muslim
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda, "Apabila salah seorang kalian bangun tidur, hendaklah ia menyemburkan air dari hidungnya tiga kali karena setan bermalam di dalam hidungnya."Muttafaq 'alaih
Laqīṭ bin Ṣabirah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan: Aku pernah menjadi utusan Bani al-Muntafiq -atau bersama utusan Bani al-Muntafiq- menemui Rasulullah ﷺ. Saat datang untuk menemui Rasulullah ﷺ, kami tidak berjumpa dengan beliau di rumahnya. Tetapi kami hanya bertemu dengan Ummul Mukminin Aisyah. Lantas Aisyah meminta agar dibuatkan bubur untuk kami, dan bubur itu pun dibuat. Selanjutnya kami disuguhi al-qinā' -yaitu nampan yang berisi kurma-. Kemudian Rasulullah ﷺ datang dan bertanya, "Apakah kalian sudah menyantap sesuatu? -atau, apakah sudah diminta agar kalian dibuatkan sesuatu?- Kami menjawab, "Sudah, wahai Rasulullah." Saat kami sedang duduk bersama Rasulullah ﷺ, tiba-tiba penggembala menggiring kambing beliau ke kandang sambil membawa seekor anak kambing yang mengembik. Beliau bertanya, "Hai polan, apa yang kamu dapatkan?" Dia menjawab, "Anak kambing betina." Beliau bersabda, "Sembelihkan untuk kami satu ekor sebagai gantinya." Selanjutnya beliau bersabda, "Jangan kira (baca: lā taḥsibann) -beliau tidak mengatakan: lā taḥsabann (dengan memfathahkan sīn)- bahwa kami menyembelih kambing ini karena kamu. Kami memiliki seratus ekor kambing dan kami tidak ingin (jumlahnya) lebih. Sebab itu, ketika penggembala mendapat anak kambing betina, maka kami akan menyembelih satu ekor sebagai gantinya." Aku bertanya, "Wahai Rasulullah, aku memiliki seorang istri yang buruk tutur katanya." Beliau bersabda, "Ceraikan dia!" Aku katakan, "Wahai Rasulullah, dia sudah lama hidup bersamaku serta aku telah memperoleh anak darinya." Beliau bersabda, "Perintahkanlah ia -maksudnya: nasihati-. Jika dalam dirinya ada kebaikan, niscaya ia akan melaksanakannya. Janganlah engkau memukul istrimu seperti memukul budak perempuanmu!" Aku katakan, "Wahai Rasulullah, ajari aku cara berwudu!" Beliau bersabda, "Sempurnakanlah wudu dan sela-selalah antara jari-jemari, serta tariklah air dengan kuat saat istinsyaq (menghirup air ke dalam hidung) kecuali jika engkau sedang puasa!"HR. Abu Daud, Tirmizi, Nasai, dan Ibnu Majah
Dan dari ‘Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā-, bahwasanya Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, “Demam itu bagian dari panas neraka Jahanam, maka dinginkanlah dengan air.”Muttafaq 'alaih
Dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu-, ia berkata, Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Siapa yang membunuh tokek dengan satu pukulan, maka baginya sekian kebaikan. Siapa yang membunuhnya dengan dua kali pukulan, maka baginya sekian kebaikan lebih sedikit dari yang pertama. Jika membunuhnya dengan tiga pukulan, maka baginya sekian kebaikan." Dalam riwayat lain disebutkan, "Siapa yang membunuh tokek dengan satu pukulan, maka dituliskan baginya seratus kebaikan. Membunuhnya dengan dua pukulan, maka baginya lebih sedikit dari yang pertama. Jika membunuhnya dengan tiga pukulan, maka baginya lebih sedikit dari yang kedua."Diriwayatkan oleh Muslim
Dari Abu Aswad, ia menuturkan, "Aku tiba di Madinah, lalu aku duduk menghadap Umar bin Khaṭṭāb -raḍiyallāhu 'anhu-. Kemudian lewatlah satu jenazah pada mereka, lantas orangnya diberikan pujian yang baik, maka Umar berkata, "Telah ditetapkan (baginya)." Kemudian lewat jenazah lain, lantas orangnya diberikan pujian yang baik, maka Umar berkata, "Telah ditetapkan (baginya)." Kemudian lewat jenazah ketiga, namun orangnya diberikan celaan, maka Umar berkata, "Telah ditetapkan (baginya)." Abu Aswad mengatakan, "Maka aku bertanya, apa maksud "telah ditetapkan (baginya)" itu wahai Amirul-Mukminin?" Ia menjawab, "Aku mengucapkan seperti yang disabdakan Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, "Muslim manapun yang diberikan kesaksian baik oleh empat orang bagi dirinya niscaya Allah memasukkannya ke dalam surga." Kami bertanya, "Kalau tiga orang?" Beliau bersabda, "Dan juga tiga orang." Kami bertanya, "Kalau dua orang?" Beliau bersabda, "Dan juga dua orang." Kemudian kami tidak bertanya pada beliau tentang (kesaksian) satu orang."Diriwayatkan oleh Bukhari
Dari Abu Sa'īd Al-Khudri -raḍiyallāhu 'anhu- menuturkan, "Seorang wanita datang pada Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, lalu berkata, "Wahai Rasulullah, para lelaki pergi membawa hadis Anda. Maka tetapkan untuk kami satu hari di mana kami mendatangi Anda agar Anda mengajarkan pada kami apa yang Allah ajarkan pada Anda." Beliau bersabda, "Berkumpullah kalian di hari ini dan itu." Lalu mereka berkumpul. Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- mendatangi mereka lalu mengajarkan pada mereka apa yang Allah ajarkan pada beliau. Kemudian beliau bersabda, "Tidaklah seorang wanita dari kalian yang didahului wafat oleh tiga orang anaknya kecuali mereka menjadi tirai baginya dari neraka." Seorang wanita berkata, "Dan dua orang?" Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Dan juga dua orang."Muttafaq 'alaih
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- berkata, "Rasulullah ﷺ melaknat laki-laki yang berpakaian layaknya cara berpakaian perempuan, dan perempuan yang berpakaian layaknya cara berpakaian laki-laki."HR. Nasai dalam Al-Kubrā, Ibnu Majah dengan makna yang semisal, dan Ahmad
Dari Ibnu Umar -raḍiyallāhu 'anhumā-, ia berkata, Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- melihat seorang anak yang dicukur sebagian rambutnya dan sebagiannya lagi dibiarkan. Lantas beliau melarang mereka melakukan hal itu seraya bersabda, "Cukurlah semuanya atau biarkan semuanya!"Diriwayatkan oleh Nasā`i - Diriwayatkan oleh Abu Daud
Ummul Mukminin Ummu Salamah, istri Nabi ﷺ, meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Siapa yang memiliki kurban yang akan dia sembelih, apabila hilal bulan Zulhijah telah terbit, janganlah dia memotong sedikit pun rambut dan kukunya sampai dia berkurban."HR. Muslim
Abu Qatādah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa dia pernah mendengar Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Janganlah kalian banyak bersumpah dalam jual-beli, karena sumpah itu melariskan (dagangan) lalu menghapus (keberkahan)."Diriwayatkan oleh Muslim
Abu Sa'īd Al-Khudriy -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ keluar pada waktu Iduladha atau Idul fitri ke tempat salat lalu mampir ke jemaah wanita. Lantas beliau bersabda, "Wahai para wanita, bersedekahlah. Sungguh, telah diperlihatkan kepadaku bahwa kalian adalah mayoritas penghuni neraka." Mereka bertanya, "Kenapa, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Kalian banyak mengumpat dan mengingkari kebaikan suami. Aku tidak melihat orang yang kurang akal dan agamanya yang lebih mampu menaklukkan akal seorang laki-laki cerdas daripada kalian." Mereka bertanya, "Apa kekurangan agama dan akal kami, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Bukankah kesaksian seorang wanita separuh kesaksian seorang lelaki?" Mereka menjawab, "Ya, betul." Beliau bersabda, "Itulah kekurangan akalnya. Lalu, bukankah ketika seorang wanita haid ia tidak salat dan tidak berpuasa?" Mereka menjawab, "Ya, betul." Beliau bersabda, "Itulah kekurangan agamanya."Muttafaq 'alaih
Ummu 'Aṭiyyah -raḍiyallāhu 'anhā- meriwayatkan, ia termasuk yang telah berbaiat kepada Nabi ﷺ, ia berkata, "Dahulu kami tidak menganggap cairan keruh dan kekuning-kuningan (yang keluar) ‎setelah masa suci sebagai haid."HR. Abu Daud dengan redaksi ini, sementara Bukhari meriwayatkannya tanpa tambahan "setelah suci"
Dari Hużaifah -raḍiyallāhu 'anhu- secara marfū`, "Kita diberi keutamaan dibandingkan seluruh manusia dengan tiga hal: barisan-barisan kita dijadikan seperti barisan-barisan para malaikat, bumi seluruhnya dijadikan masjid untuk kita, dan tanahnya dijadikan alat untuk bersuci bagi kita, jika kita tidak menemukan air. Dan beliau menyebutkan perangai lainnya."Diriwayatkan oleh Muslim
Dari Samurah -raḍiyallāhu 'anhu- secara marfū', “Siapa berwudu hari Jum'at maka itu baik, dan siapa yang mandi maka itu lebih utama.‎”‎Diriwayatkan oleh Ibnu Mājah - Diriwayatkan oleh Tirmiżi - Diriwayatkan oleh Nasā`i - Diriwayatkan oleh Abu Daud - Diriwayatkan oleh Ahmad - Diriwayatkan oleh Dārimi
'Amr bin Sulaim Al-Anṣāri meriwayatkan, ia berkata, "Aku bersaksi bahwa Abu Sa'īd bahwa berkata, 'Aku bersaksi bahwa Rasulullah ﷺ beliau bersabda', 'Mandi pada hari Jumat hukumnya wajib bagi setiap orang yang balig. Hendaknya dia bersiwak dan memakai wewangian jika ada.'"Muttafaq 'alaih
Dari Abu Bakrah -raḍiyallāhu 'anhu-, "Sesungguhnya zaman itu berputar sebagaimana ketika Allah menciptakan langit dan bumi. Setahun itu ada dua belas bulan dan di antaranya ada empat bulan yang suci. Tiga berturut-turut, yaitu Zulqa'dah, Zulhijjah dan Muharram. Sedangkan keempatnya adalah bulan Rajab Muḍar antara Jumada dan Sya'ban." (Kemudian Nabi bertanya) "Bulan apakah sekarang?" Kami menjawab, "Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui." Beliau pun kemudian berdiam diri, sehingga kami menyangka bahwa beliau akan memberinya nama lain, selain dari nama yang biasa. Beliau bertanya lagi, "Bukankah ini bulan Zulhijjah?" Kami menjawab, "Ya, benar." Beliau bersabda lagi, "Negeri apakah ini?" Kami menjawab, "Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui." Beliau terdiam lagi sehingga kami menyangka bahwa beliau akan memberinya nama lain selain dari nama yang biasa. Kemudian beliau bersabda, "Bukankah ini tanah haram?" Kami menjawab, "Benar." Beliau bertanya lagi, "Hari apakah ini?' Kami menjawab, "Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui." Kemudian beliau berdiam diri sehingga kita menyangka kalau beliau akan memberinya nama lain lagi selain dari namanya yang biasa. Lalu beliau bersabda, "Bukankah hari ini hari Nahr?" Kami menjawab, "Benar." Beliau bersabda lagi, "Sesungguhnya darah, harta dan kehormatan kalian adalah haram atas kalian semua sebagaimana keharaman hari kalian ini, di negeri kalian ini dan di dalam bulan kalian ini. Dan kalian semua akan menemui Rabb kalian semua lalu Dia akan menanyakan kepada kalian tentang amalan-amalan kalian. Ingatlah, janganlah kalian kembali menjadi orang-orang kafir sepeninggalku nanti, saling membunuh tanpa dasar kebenaran. Ingatlah, hendaknya yang hadir menyampaikan kepada yang tidak hadir. Mungkin saja sebagian orang yang diberi tahu akan lebih paham daripada sebagian orang yang mendengar langsung." Kemudian beliau bersabda, "Ingatlah, apakah aku telah menyampaikan ini? Ingatlah, apakah aku telah menyampaikan ini?" Kami menjawab, "Benar." Beliau bersabda lagi, "Ya Allah, saksikanlah!"Muttafaq 'alaih
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Apabila Ramadan telah tiba, maka pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu."Muttafaq 'alaih