Hadith for the World

All hadiths

The complete card collection, filter by chapter

655 hadiths

Jābir bin Abdillah -raḍiyallāhu 'anhumā- meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Siapa yang ketika (selesai) mendengar azan membaca doa, 'Allāhumma rabba hāżihid-da'watit-tāmmah waṣ-ṣalātil-qā`imah, āti muḥammadan al-wasīlata wal-faḍīlah, wa-b'aṡhu maqāman maḥmudan al-lażī wa'adtahu (artinya: Ya Allah! Tuhan pemilik seruan yang sempurna dan salat yang akan ditegakkan ini. Berikanlah kepada Muhammad al-waṣīlah dan keutamaan, dan bangkitkanlah dia pada tempat terpuji yang telah Engkau janjikan kepadanya),' niscaya dia mendapatkan syafaatku kelak di hari Kiamat."HR. Bukhari
Abu Marṡad Al-Ganawiy -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda, "Janganlah kalian duduk di atas kubur dan jangan salat menghadapnya."HR. Muslim
Dari Abdullah bin asy-Syikhīr -raḍiyallāhu 'anhu- ia berkata, “Aku pernah melihat Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- salat dan dari dada beliau keluar suara layaknya suara penggilingan karena tangisan beliau -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-."Diriwayatkan oleh Nasā`i - Diriwayatkan oleh Abu Daud - Diriwayatkan oleh Ahmad
Dari ‘Ubādah bin aṣ-Ṣāmit -raḍiyallāhu 'anhu- ia berkata, “Dahulu Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- jika diturunkan kepadanya wahyu maka beliau gemetar dan rona wajahnya berubah.”Diriwayatkan oleh Muslim
Dari Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā-, ia berkata, "Wahyu benar-benar turun kepada Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- di pagi hari yang dingin, kemudian dahi beliau bercucuran keringat."Diriwayatkan oleh Muslim
Dari Al-Barā` bin 'Āzib -raḍiyallāhu 'anhu- ia berkata, Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Perindahlah Al-Qur`ān dengan suara kalian."Diriwayatkan oleh Ibnu Mājah - Diriwayatkan oleh Nasā`i - Diriwayatkan oleh Abu Daud - Diriwayatkan oleh Ahmad
Abdullah bin Mas'ūd -raḍiyallāhu 'anhu- berkata, Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Seburuk-buruk bagi seseorang bila ia mengatakan, 'Aku lupa ayat ini dan ini.' Tetapi (katakanlah) 'Sungguh ia telah dibuat lupa.' Ulang-ulangilah Al-Qur`ān, karena sesungguhnya Al-Qur`ān itu lebih mudah lepas dari dada orang-orang dibandingkan unta (dari ikatannya)."Muttafaq 'alaih
Abu Umāmah al-Bāhiliy -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan: Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Bacalah Al-Qur`an, karena ia akan datang pada hari Kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya. Bacalah az-Zahrāwain (dua surat yang bercahaya): Al-Baqarah dan Āli Imrān, karena keduanya akan datang pada hari Kiamat seperti dua awan, atau seperti dua bayangan, atau seperti dua kelompok burung yang berbaris, yang membela para pembacanya. Bacalah surah Al-Baqarah, karena membacanya adalah keberkahan, meninggalkannya adalah penyesalan, dan para penyihir tidak akan mampu mengalahkannya."HR. Muslim
Dari Jundub bin Abdillah, dari Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, beliau bersabda, "Bacalah Al-Qur`ān selama hati kalian terhimpun kepadanya! Jika kalian berselisih maka tinggalkanlah!"Muttafaq 'alaih
Wāṡilah bin Al-Asqa' -raḍiyallāhu 'anhu- berkata, Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Sungguh Allah telah memilih Kinānah di antara anak keturunan Ismail, lalu Allah memilih Quraisy di antara kabilah Kinānah, lalu memilih Bani Hāsyim di antara kabilah Quraisy, lalu memilihku di antara anak keturunan Hāsyim. Aku adalah pemimpin anak keturunan Adam, tanpa ada kesombongan. Aku adalah yang paling pertama dibangkitkan dari kubur, pemberi syafaat pertama, dan paling pertama diterima syafaatnya."Diriwayatkan oleh Ibnu Hibbān
Abu Musa -raḍiyallāhu 'anhu- berkata, Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- telah menyebutkan pada kami nama-nama bagi dirinya, sebagiannya kami hafal. Beliau bersabda, "Aku adalah Muhammad, Ahmad, Al-Muqaffī, Al-Ḥāsyir, dan Nabi Ar-Raḥmah." Yazid berkata, "Juga Nabi At-Taubah dan Nabi Al-Malḥamah."Diriwayatkan oleh Ahmad - Diriwayatkan oleh Muslim
Dari Anas bin Malik -raḍiyallāhu ‘anhu- bahwa Rasulullah -șallallāhu ‘alaihi wa sallam- bersabda, “Jika makan malam telah dihidangkan, maka dahulukan makan malam sebelum menunaikan salat Magrib dan jangan tergesa-gesa menyantap makan malam kalian!”Muttafaq 'alaih
Dari Anas bin Mālik -raḍiyallāhu 'anhu-, Bahwasanya Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- pernah melihat ada dahak di kiblat (dinding masjid). Hal ini sangat mengganggu beliau, hingga terlihat jelas di wajah beliau. Lalu beliau bangkit dan mengerik dahak tersebut dengan tangannya seraya bersabda, "Sesungguhnya salah seorang dari kalian apabila berdiri dalam salatnya, maka sesungguhnya ia sedang bermunajat dengan Rabbnya -atau Rabbnya berada di antara dia dan kiblat-. Maka janganlah salah seorang dari kalian meludah ke arah kiblat, tetapi hendaklah ia meludah ke sebelah kirinya atau di bawah kakinya." Kemudian beliau mengambil ujung sorbannya dan meludah padanya, lalu menggosok-gosokkan kaiannya seraya bersabda, "atau melakukan seperti ini."Muttafaq 'alaih
Anas bin Mālik -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda, "Kenapa ada orang-orang yang mengangkat penglihatannya ke arah langit dalam salat mereka?" Lalu peringatan beliau bertambah keras sampai-sampai beliau bersabda, 'Hendaklah mereka berhenti melakukannya, karena kalau tidak, niscaya akan tersambar pengelihatannya (sehingga menjadi buta)!'"HR. Bukhari
Ummul Mukminin Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- meriwayatkan, Ummu Salamah menyebutkan kepada Rasulullah ﷺ sebuah gereja yang dilihatnya di negeri Ḥabasyah yang dinamakan Mariyah. Ia menuturkan kepada beliau gambar-gambar yang disaksikannya di dalam gereja tersebut. Maka Rasulullah ﷺ bersabda, "Mereka itu kaum yang apabila seorang hamba yang saleh atau orang yang saleh di kalangan mereka meninggal, mereka membangun masjid di atas kuburnya dan membuat gambar itu di dalamnya. Mereka adalah sejelek-jelak makhluk di sisi Allah."Muttafaq 'alaih
Dari Ibnu Abbas -raḍiyallāhu 'anhumā- ia berkata, "Rasulullah membuka tirai rumahnya sedang kaum Muslimin berdiri membuat saf di belakang Abu bakar, lalu beliau bersabda, "Wahai manusia, sesungguhnya tiada lagi kabar baik dari nubuwat kecuali mimpi yang baik yang dilihat oleh seorang Muslim atau diperlihatkan kepadanya. Ketahuilah, bahwa aku dilarang membaca Al-Qur`ān saat rukuk dan sujud. Adapun dalam rukuk, maka agungkanlah Allah -'Azza wa Jalla-. Sedangkan dalam sujud, maka bersungguh-sungguhlah dalam berdoa, karena (saat itu) sangat layak untuk dikabulkan bagi kalian."Diriwayatkan oleh Muslim
Dari Al-Ḥakam ia berkata, "Di zaman Ibnu Asy-'aṡ, seorang laki-laki -dia menyebutkan namanya- telah menguasai Kufah. Ia memerintahkan Abu 'Ubaidah bin Abdillah untuk mengimami salat orang-orang. Ia pun salat. Ketika telah mengangkat kepala dari rukuk, ia berdiri selama aku mengucapkan, "Allāhumma rabbanā laka al-ḥamdu, mil`u as-samāwāti wa mil`u al-arḍi, wa mil`u mā syi`ta min syai-`in ba'du. Ahla aṡ-ṡanā`i wa al-majdi, lā māni'a limā aṭaita, wa lā mu'ṭiya limā mana'ta, wa lā yanfa'u ża al-jaddi minka al-jaddu (Ya Allah, wahai Rabb kami, bagi-Mu segala pujian, sepenuh langit dan sepenuh bumi, dan sepenuh apa pun yang Engkau kehendaki setelah itu. Wahai pemilik sanjungan dan keagungan, tak ada yang bisa mencegah apa yang Engkau berikan dan tak ada yang bisa memberi kepada apa yang Engkau cegah. Dan kekayaan itu tak dapat menyelamatkan pemiliknya dari diri-Mu)." Hakam berkata, "Maka aku menyebutkan hal tersebut kepada Abdurrahman bin Abi Laila, lalu ia berkata, aku mendengar Barā` bin 'Āzib mengatakan, "Adalah salat Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-; rukuk beliau, apabila beliau mengangkat kepala dari rukuk, sujud beliau, dan (duduk) di antara dua sujud, (durasinya) hampir sama." Syu'bah berkata, "Aku menceritakan hadis ini kepada 'Amru bin Murrah, lalu ia berkata, "Aku telah melihat Ibnu Abi Laila, namun salatnya tidak seperti ini."Diriwayatkan oleh Muslim
Ibnu 'Abbās -raḍiyallāhu 'anhumā- meriwayatkan dari Nabi ﷺ bahwa beliau bersabda, "Aku diperintahkan agar bersujud di atas tujuh tulang, yaitu dahi -seraya beliau menunjuk ke hidung dengan tangannya-, kedua tangan, kedua lutut, dan jari-jari kedua telapak kaki. Demikian juga agar kita tidak melipat pakaian dan rambut."Muttafaq 'alaih
Ibnu 'Abbās -raḍiyallāhu 'anhumā- meriwayatkan, Pada saat Nabi ﷺ (duduk) di antara dua sujud, beliau mengucapkan, "Allāhummagfirlī, warḥamnī, wa 'āfinī, wahdinī, warzuqnī (Ya Allah, ampunilah aku, berilah aku rahmat, selamatkanlah aku, tunjukilah aku dan anugerahkanlah rezeki kepadaku)."HR. Abu Daud, Tirmizi, Ibnu Majah, dan Ahmad
Dari Anas bin Malik -raḍiyallāhu 'anhu-, "Bahwasanya Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- tidak pernah melakukan qunut kecuali mendoakan selamat untuk suatu kaum atau mendoakan celaka atas suatu kaum."Diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah
Ṡaubān -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Apabila Rasulullah ﷺ telah bersalam dari salatnya, beliau beristigfar tiga kali lalu membaca, "Allāhumma antas-salām wa minkas-salām, tabārakta yā żal-jalāli wal-ikrām (Ya Allah, Engkaulah pemilik keselamatan, dari-Mu keselamatan, Mahamulia Engkau, wahai pemilik keagungan dan kebaikan)." Al-Walīd mengisahkan: Aku bertanya kepada Al-Auzā'iy, "Bagaimana cara beristigfar?" Beliau menjawab, "Yaitu engkau membaca, 'Astagfirullāh, astagfirullāh.'"HR. Muslim
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda, "Siapa yang bertasbih sebanyak 33 kali, bertahmid sebanyak 33 kali, dan bertakbir sebanyak 33 kali setelah selesai salat, semuanya berjumlah 99 kali, lalu menggenapkannya 100 dengan membaca: 'Lā ilāha illallāh waḥdahu lā syarīka lahu, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu wa huwa 'alā kulli syai`in qadīr (artinya: Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, semua kerajaan dan segala pujian hanya milik-Nya, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu)', maka akan diampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan."HR. Muslim
Abu Umāmah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda, "Siapa yang membaca ayat Kursi di penghujung setiap salat wajib, maka tak ada penghalang antara dirinya dan masuk surga selain kematian."HR. Nasai dalam Al-Kubrā
'Imrān bin Ḥuṣain -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Aku menderita penyakit wasir, lalu aku bertanya kepada Nabi ﷺ mengenai salat, maka beliau bersabda, "Salatlah dengan berdiri. Jika tidak mampu, maka dengan duduk. Jika tidak mampu juga, maka dengan berbaring."HR. Bukhari