Hadith for the World

All hadiths

The complete card collection, filter by chapter

655 hadiths

Dari Ibnu Umar -raḍiyallāhu 'anhumā- dari Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, beliau bersabda, “Salat (sunah) malam dan siang itu dua rakaat dua rakaat."Diriwayatkan oleh Ibnu Mājah - Diriwayatkan oleh Tirmiżi - Diriwayatkan oleh Nasā`i - Diriwayatkan oleh Abu Daud - Diriwayatkan oleh Ahmad
Dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- ia berkata, Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, “Sebaik-baik puasa setelah puasa Ramadan adalah puasa pada bulan Allah yaitu Muharram, dan sebaik-baik salat setelah salat wajib adalah salat malam."Diriwayatkan oleh Muslim
Dari Abu Ayyūb Al-Anṣāri -raḍiyallāhu 'anhu-, bahwasanya Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Salat witir itu hak (ditetapkan dalam sunah); barangsiapa mau, ia boleh salat witir tujuh rakaat; barangsiapa mau, ia boleh salat witir lima rakaat; barangsiapa mau, ia boleh salat witir tiga rakaat; barangsiapa mau ia boleh salat witir satu rakaat."Diriwayatkan oleh Ibnu Mājah - Diriwayatkan oleh Nasā`i - Diriwayatkan oleh Abu Daud
Dari Ali -raḍiyallāhu 'anhu- ia berkata, "Witir itu tidak wajib seperti salat fardu, tetapi sunah yang dicontohkan oleh Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-."Diriwayatkan oleh Ibnu Mājah - Diriwayatkan oleh Tirmiżi - Diriwayatkan oleh Nasā`i - Diriwayatkan oleh Ahmad
Dari Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā-, ia berkata, “Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- pernah salat malam tiga belas rakaat termasuk witir dan dua rakaat (salat sunat) fajar.”Muttafaq 'alaih
Dari Abdullah bin 'Amr bin al-'Āṣ -raḍiyallāhu 'anhumā- mengatakan, Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda padaku,"Wahai Abdullah, janganlah engkau menjadi seperti fulan! Ia dulu mengerjakan salat malam, lalu meninggallkan salat malam."Muttafaq 'alaih
Dari Ali bin Abi Ṭālib -raḍiyallāhu 'anhu- mengatakan, Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Wahai Ahli Al-Qur`ān! Kerjakanlah salat witir. Sesungguhnya Allah itu witir (ganjil), Dia menyukai angka ganjil."Diriwayatkan oleh Ibnu Mājah - Diriwayatkan oleh Tirmiżi - Diriwayatkan oleh Nasā`i - Diriwayatkan oleh Abu Daud - Diriwayatkan oleh Ahmad
Dari Abu Sa'īd al-Khudri –raḍiyallāhu 'anhu- bahwa Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, “Laksanakanlah salat witir sebelum Subuh!"Diriwayatkan oleh Muslim
Dari Abu Sa'īd Al-Khudri -raḍiyallāhu 'anhu- secara marfū', "Siapa yang tertidur dari melaksanakan salat witir atau lupa, hendaklah dia melaksanakannya ketika ingat."Diriwayatkan oleh Ibnu Mājah - Diriwayatkan oleh Tirmiżi - Diriwayatkan oleh Abu Daud - Diriwayatkan oleh Ahmad
Dari Jābir -raḍiyallāhu 'anhu-, ia berkata, Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, “Siapa yang khawatir tidak bangun pada akhir malam, maka hendaklah dia salat witir pada awal malam, dan siapa yang merasa mampu untuk bangun pada akhir malam, maka hendaklah dia salat witir di akhir malam, karena salat di akhir malam itu disaksikan (oleh malaikat) dan hal itu lebih utama."Diriwayatkan oleh Muslim
Dari Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- ia berkata, "Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- biasa melaksanakan salat Duha 4 rakaat, dan kadang beliau menambah sebanyak yang Allah kehendaki."Diriwayatkan oleh Muslim
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Pahala salat berjemaah melebihi salat kalian sendirian 25 kali lipat.Malaikat malam dan malaikat siang berkumpul pada salat Subuh." Kemudian Abu Hurairah berkata: Bacalah jika kalian mau: "Sungguh, salat Subuh itu disaksikan oleh para malaikat." (QS. Al-Isrā`: 78)Muttafaq 'alaih
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Seorang laki-laki buta datang kepada Nabi ﷺ lalu berkata, "Wahai Rasulullah! Sesungguhnya aku tidak memiliki penuntun yang menuntunku pergi ke masjid." Lantas ia meminta kepada Rasulullah ﷺ untuk memberinya keringanan mengerjakan salat di rumah, sehingga beliau memberinya keringanan. Namun, ketika orang tersebut beranjak pergi, beliau memanggilnya kembali kemudian bertanya, "Apakah engkau mendengar seruan azan?" Ia menjawab, "Ya." Beliau bersabda, "Maka, penuhilah!"HR. Muslim
Dari Zaid bin Ṡābit -raḍiyallāhu 'anhu-, "Bahwasanya Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- membuat kamar di dalam masjid yang hanya beralas tikar. Beliau menghabiskan malam- malamnya untuk salat di dalamnya hingga banyak sahabat yang berkumpul di sekelilingnya. Namun suatu malam mereka tidak mendengar suara beliau dan mengira beliau telah tidur, sehingga ada sebagian dari mereka yang sengaja berdehem-dehem agar beliau keluar menemui mereka. Maka beliau bersabda, "Aku senantiasa memperhatikan perbuatan kalian, hingga aku takut itu diwajibkan atas kalian. Jika benar-benar diwajibkan maka kalian tidak akan mampu melakukannya. Oleh sebab itu, wahai manusia, salatlah kalian di rumah masing-masing, karena salat seseorang yang paling utama adalah dilakukan di rumahnya sendiri, kecuali salat fardu."Muttafaq 'alaih
Dari 'Uqbah bin Āmir ia berkata: Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Sebaik-baik pernikahan adalah yang paling mudah." Dan Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda kepada seorang lelaki, "Apakah engkau rida jika aku nikahkan dengan Fulanah?” Ia menjawab, “Iya.” Lalu beliau berkata kepada wanita tersebut, "Apakah engkau rida jika aku nikahkan dengan Fulan?" Ia berkata, “Iya.” Maka Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- menikahkannya dan ia (laki-laki itu) tidak menyebutkan maharnya. Kemudia ia menggaulinya dan belum memberinya (istrinya) sesuatu apapun (mahar). Tatkala laki-laki itu sakaratul maut, ia berkata: "Sesungguhnya Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- menikahkanku dengan Fulanah dan aku belum memberinya sesuatu (mahar) dan sungguh aku telah memberikan bagianku pada saat perang khaibar.” Ia dulu memiliki bagian rampasan perang ketika di Khaibar, maka istrinya mengambilnya, lalu menjualnya, dan harganya mencapai seratus ribu.Diriwayatkan oleh Abu Daud
Dari Ibnu Umar -raḍiyallāhu 'anhumā-, bahwa Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, “Apabila salah seorang di antara kalian diundang ke acara walimah (resepsi pernikahan), maka hendaknya ia datang."Muttafaq 'alaih
Dari Abu Juḥaifah -raḍiyallāhu 'anhu-, ia berkata, "Ketika saya berada di dekat Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- maka beliau bersabda kepada seseorang yang ada di samping beliau, "Aku tidak makan dalam keadaan bertelekan (bertumpu)."Diriwayatkan oleh Bukhari
Dari Ibnu 'Abbās -raḍiyallāhu 'anhumā-, bahwasanya Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Keberkahan turun di tengah-tengah makanan; maka makanlah dari pinggirnya dan jangan dari tengah-tengahnya!"Diriwayatkan oleh Ibnu Mājah - Diriwayatkan oleh Tirmiżi - Diriwayatkan oleh Abu Daud - Diriwayatkan oleh Ahmad - Diriwayatkan oleh Dārimi
Ibnu Umar -raḍiyallāhu 'anhumā- meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Apabila salah seorang kalian makan, hendaklah ia makan ‎dengan tangan kanannya, dan jika ia minum, hendaklah minum dengan ‎tangan kanannya, karena setan itu makan dengan tangan kirinya dan ‎minum dengan tangan kirinya pula."HR. Muslim
Dari Ibnu 'Abbās -raḍiyallāhu 'anhumā- ia berkata, "Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- melarang bernapas di dalam wadah air (bejana) atau meniupnya."Diriwayatkan oleh Ibnu Mājah - Diriwayatkan oleh Tirmiżi - Diriwayatkan oleh Abu Daud - Diriwayatkan oleh Ahmad - Diriwayatkan oleh Dārimi
Dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- bahwa Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Sebaik-baik sedekah adalah sedekah yang diberikan oleh orang yang mempunyai kelebihan kekayaan. Tangan yang di atas (pemberi) lebih baik dari tangan yang di bawah (peminta). Hendaknya seorang dari kalian mendahulukan orang yang menjadi tanggungannya. Istrinya berkata, "Berilah aku nafkah!" Budak wanitanya berkata, "Kepada siapa engkau menyerahkanku?" Budak laki-lakinya berkata, "Berilah aku makan dan pekerjakanlah aku!"Diriwayatkan oleh Ibnu Hibbān - Diriwayatkan oleh Bukhari
Abdullah bin Umar -raḍiyallāhu 'anhumā- meriwayatkan bahwa Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Ada seorang wanita disiksa karena seekor kucing yang dia kurung hingga mati kelaparan, lalu dengan sebab itu dia masuk neraka. Dia tidak memberinya makan dan minum ketika mengurungnya, dan dia juga tidak melepaskannya supaya ia bisa memakan serangga tanah."Muttafaq 'alaih
Abu Hurairah meriwayatkan dari Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bahwa beliau bersabda, "Allah melaknat seorang pencuri; ia mencuri sebutir telur lalu tangannya dipotong, dan ia mencuri seutas tali lalu tangannya dipotong."Muttafaq 'alaih
Ibnu Umar -raḍiyallāhu 'anhumā- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda, "Setiap yang memabukkan adalah khamar dan setiap yang memabukkan hukumnya haram. Siapa yang minum khamar di dunia lalu meninggal sebagai pecandu khamar dan belum bertobat, maka ia tidak akan mendapatkannya kelak di akhirat."HR. Muslim, dan kalimat terakhirnya diriwayatkan oleh Bukhari